BOMBANA-Sultra info.id

Dunia pertambangan di Sulawesi Tenggara kembali berduka. Sebuah kecelakaan kerja maut merenggut nyawa seorang karyawan di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Margo Karya Mandiri (PT MKM), Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan, Kabupaten Bombana, pada Rabu (24/6).

​Korban diidentifikasi bernama Wawan Reynaldi (28), pemuda asal Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena. Ia mengembuskan napas terakhirnya setelah tertimbun material overburden (OB) akibat truk yang dikemudikannya hilang kendali.

Kronologi Detik-Detik Mencekam di Jalur Turunan

​Kapolsek Kabaena, Iptu Indra Jaya, membenarkan insiden kelam tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, petaka bermula sekitar pukul 08.50 Wita. Saat itu, Wawan sedang mengemudikan truk raksasa bermuatan penuh material tanah penutup (overburden) dari area pit (lokasi pengerukan) menuju area disposal (pembuangan).

​Di dalam kabin kemudi, Wawan tidak sendiri. Seorang rekan kerja bernama Tobi Berlian turut menumpang di truk tersebut.

​Petaka datang saat truk harus melewati jalur jalan tambang yang menurun tajam. Diduga kuat, sistem pengereman armada berat tersebut tidak berfungsi optimal. Truk bermuatan tonase besar itu mendadak melaju kencang tanpa bisa dikendalikan.

​”Mobil yang dikendarai korban tiba-tiba tidak terkendali karena rem diduga kurang berfungsi. Kendaraan kemudian menabrak safety berm (tanggul pengaman) hingga miring dan selanjutnya menghantam sediment pond (kolam pengendap),” ungkap Iptu Indra Jaya saat dikonfirmasi, Rabu (24/6) sore.

Upaya Menyelamatkan Diri yang Berakhir Tragis

​Dalam situasi mencekam dan kepanikan luar biasa di atas truk yang hilang kendali, Wawan mengambil keputusan cepat untuk menyelamatkan diri. Ia nekat melompat keluar dari pintu kemudi.

​Namun malang tak dapat ditolak. Di saat yang bersamaan, truk tersebut terbalik tepat ke arahnya. Seketika itu juga, gunungan material overburden yang diangkut truk langsung tumpah ruah dan menimbun tubuh pemuda berusia 28 tahun tersebut.

​Sementara itu, saksi Tobi Berlian berhasil selamat dari maut. Begitu berhasil keluar dari situasi kritis, Tobi langsung berteriak meminta pertolongan kepada para pekerja lain yang berada di sekitar lokasi.

Evakuasi Dramatis Menggunakan Alat Berat

​Proses evakuasi berjalan dramatis dan menegangkan. Mengingat tebalnya material tanah yang menimbun korban, manajemen perusahaan harus mengerahkan alat berat ekskavator untuk menggali dan mencari keberadaan Wawan.

​Setelah beberapa saat pencarian yang menegangkan, tubuh Wawan akhirnya berhasil ditemukan. Saat pertama kali diangkat dari timbunan tanah, Wawan dilaporkan masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan (nadi masih berdenyut).

​Petugas di lapangan langsung melarikan korban ke Puskesmas Kabaena Selatan untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Namun takdir berkata lain. Cedera parah akibat hantaman beban material yang teramat berat membuat nyawa pemuda Kabaena ini tidak dapat diselamatkan tim medis.

Penyelidikan Polisi dan Evaluasi K3

​Kasus kecelakaan kerja yang merenggut nyawa ini kini tengah ditangani secara intensif oleh aparat Kepolisian Sektor Kabaena dan Polres Bombana. Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian terkait perawatan unit kendaraan (maintenance) atau murni kecelakaan tak terduga.

​Tragedi ini kembali menjadi tamparan keras bagi industri pertambangan di Sultra, sekaligus menjadi alarm pentingnya penegakan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat di area tambang demi mencegah nyawa pekerja melayang di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *