Jakarta-Sultrainfo.id

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah membentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). BUMN baru ini diproyeksikan menjadi pintu tunggal ekspor untuk komoditas strategis Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.
Menurut Susi, kebijakan satu pintu ini merupakan langkah krusial untuk menghentikan berbagai praktik manipulasi perdagangan yang selama ini merugikan kas negara.
”Justru ini yang terjadi sekarang. Unreported, Undervalue invoice, transfer pricing. Penerimaan negara jadi kurang. Makanya dibuat satu pintu supaya transparan,” tegas Susi melalui akun X (Twitter) pribadinya, @susipudjiastuti.
Membongkar Tiga “Penyakit” Ekspor SDA Indonesia
Pernyataan Susi tersebut menanggapi analisis mendalam dari akun pengamat bisnis @Strategi_Bisnis. Dalam ulasannya, platform tersebut membongkar akar masalah mengapa posisi tawar (bargaining power) Indonesia di pasar global kerap lemah, meskipun berstatus sebagai produsen raksasa dunia.
Ada tiga kebocoran utama yang kerap terjadi dalam ekspor komoditas selama ini:
- Under-Invoicing: Melaporkan nilai transaksi ekspor jauh lebih rendah dari harga pasar yang sebenarnya untuk menghindari pajak ekspor dan memperkecil devisa yang masuk ke dalam negeri.
- Transfer Pricing: Melakukan transaksi ekspor dengan pembeli luar negeri yang masih terafiliasi dengan harga di bawah pasar, sehingga keuntungan digeser ke negara yang pajaknya lebih rendah.
- Unreported Trading: Transaksi ekspor yang tidak tercatat secara optimal, membuat potensi pendapatan negara menguap begitu saja.
Dampaknya tidak main-main. Selain negara kehilangan potensi pajak dan devisa, ekosistem bisnis menjadi tidak sehat karena eksportir yang jujur dan patuh justru kalah bersaing dengan para pemain yang manipulatif.
DSI Sebagai Pengendali Strategis dan Kedaulatan Data
Kehadiran DSI dirancang bukan untuk memonopoli atau mengatur harga secara sepihak, melainkan sebagai instrumen strategic control (kendali strategis).
Fungsi utama DSI meliputi:
- Verifikasi Transparansi: Memastikan volume dan nilai ekspor tercatat secara akurat sesuai dengan transaksi riil di lapangan.
- Keadilan Pasar (Fairness): Menutup ruang gerak bagi praktik manipulatif agar tercipta kompetisi yang sehat di antara para eksportir.
- Kedaulatan Data: Membantu Indonesia memiliki data perdagangan komoditas strategis yang utuh, yang menjadi modal utama untuk memperkuat posisi tawar di kancah global.
Komoditas yang Wajib Lewat “Satu Pintu”
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa DSI memang disiapkan khusus untuk menyapu bersih praktik penetapan harga ekspor yang tidak wajar (mispricing).
Pemerintah kini secara resmi mewajibkan ekspor beberapa komoditas SDA strategis berikut untuk melewati satu pintu melalui BUMN:
| Komoditas Strategis | Fokus Pengawasan DSI |
|---|---|
| Minyak Kelapa Sawit (CPO) | Mencegah pelarian devisa hasil ekspor |
| Batu Bara | Menyelaraskan harga transaksi dengan indeks pasar global |
| Paduan Besi (Ferro Alloy) | Mencegah manipulasi laporan volume ekspor |
Dengan adanya sentimen positif dari tokoh publik dan para pengamat, DSI diharapkan bisa segera berjalan efektif. Langkah ini menjadi momentum besar bagi Indonesia untuk menata ulang tata kelola ekspor, menghentikan kebocoran devisa, dan memastikan kekayaan alam nasional memberikan nilai tambah yang maksimal bagi perekonomian rakyat.
