KENDARI-Sultra info.id

Angin segar berembus bagi warga Kota Kendari yang tengah menempuh atau berencana melanjutkan pendidikan tinggi. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi memperkuat sinergi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Enam Enam untuk membuka akses beasiswa multijenjang, mulai dari tingkat Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).
Kesepakatan strategis ini dimatangkan dalam pertemuan formal yang digelar di Kampus STIE Enam Enam Kendari pada Selasa (14/7/2026). Sinergi ini tidak hanya berfokus pada sektor bantuan pendidikan, tetapi juga mencakup riset kebijakan, pengabdian masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal.
Investasi SDM: Kuliah S1 Hingga S3 Kini Lebih Dekat
Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk mengikis hambatan finansial dalam mengakses pendidikan tinggi bermutu.
”Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Kota Kendari tidak hanya mampu menyelesaikan studi, tetapi juga memiliki daya saing dan kompetensi yang relevan di pasar kerja saat ini,” ujar Prof. Abdul Azis.
Pemberian beasiswa ini nantinya akan disesuaikan dengan syarat, regulasi, dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemkot Kendari. Selain kelas reguler, kerja sama ini juga membuka peluang penyelenggaraan kelas khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendongkrak kapasitas birokrasi daerah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Kendari, Dr. Sapri, M.Si., menambahkan bahwa program ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kendari.
”Harapan kami jelas, warga yang menerima bantuan ini harus bisa menyelesaikan kuliah dengan baik. Kami ingin mereka pulang membawa ilmu yang siap dipakai—baik untuk mengisi lapangan kerja profesional maupun menciptakan lapangan usaha baru,” tegas Dr. Sapri.
Sasar Sektor Riil: Dari Kampus Turun ke UMKM
Menariknya, kemitraan ini tidak berhenti di dalam ruang kelas. Pemkot Kendari dan STIE Enam Enam sepakat untuk mengarahkan kepakaran akademis guna menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi di Kendari.
Nantinya, para dosen dan mahasiswa STIE Enam Enam akan diterjunkan langsung untuk memberikan pelatihan keuangan, pendampingan bisnis, hingga riset pasar bagi pelaku usaha lokal.
”Sektor UMKM dan koperasi adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Dengan sentuhan riset dan pendampingan dari perguruan tinggi, kita optimis kapasitas pelaku usaha di Kendari bisa naik kelas,” jelas Dr. Sapri.
Rekam Jejak Kepedulian Pendidikan STIE Enam Enam
Langkah STIE Enam Enam dalam membuka akses pendidikan sebenarnya bukan hal baru. Kampus berakreditasi Unggul ini tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi swasta dengan basis penerima bantuan pendidikan terbesar di wilayahnya.
Saat ini saja, ada 709 mahasiswa aktif yang kuliah menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Selain itu, jalinan kemitraan dengan Bank Indonesia untuk Beasiswa BI terus berjalan dan kuotanya konsisten meningkat setiap tahun.
Sebelum melangkah bersama Pemkot Kendari, STIE Enam Enam juga telah sukses menjalankan kerja sama serupa dengan sejumlah pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara, seperti Kabupaten Konawe Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, hingga Bombana.
Melalui perluasan sinergi teranyar dengan Pemkot Kendari ini, kedua belah pihak berharap dapat melahirkan efek domino yang positif—mulai dari penurunan angka putus kuliah, peningkatan kualitas pelayanan publik melalui ASN yang terdidik, hingga laju pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
