GOWA-Sultra info.id

Ancaman nyata peredaran narkoba yang mulai menyusup ke pelosok daerah direspons cepat oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garnizun Kabupaten Gowa. Berkolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong, organisasi kemasyarakatan ini bergerak menyalurkan bantuan Al-Qur’an kepada siswa-siswi SDI Parangbugisi, Kamis (25/6).
Langkah ini bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan sebuah gerakan moral untuk membentengi generasi muda sejak usia dini melalui penguatan karakter berbasis agama.
Sinergi Strategis Demi Masa Depan Anak Bangsa
Aksi penyerahan bantuan ini diawali dengan pertemuan strategis antara Ketua DPD Gariizun Gowa, Rosmiani Panca, bersama Camat Tinggimoncong, Hikmatullah, S.STP., M.M. Pertemuan ini melahirkan komitmen kuat untuk menyelaraskan program kerja organisasi dengan kebijakan pemerintah setempat.
Rosmiani Panca menegaskan bahwa kehadiran dan dukungan penuh dari pemerintah kecamatan menjadi suntikan energi luar biasa bagi para relawan di lapangan.
”Kehadiran Bapak Camat adalah bentuk penghormatan besar bagi perjuangan kita. Sudah sepantasnya kita menyatukan energi, meluangkan waktu, dan bergerak bersama demi menyukseskan program-program sosial yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Rosmiani di hadapan para anggota dan relawan.
Alarm Keras: Satu Kelurahan Masuk Zona Merah Narkoba
Suasana haru sekaligus waspada menyelimuti acara saat Camat Tinggimoncong, Hikmatullah, memberikan sambutannya. Ia membeberkan fakta mengejutkan mengenai tantangan berat yang sedang dihadapi wilayahnya terkait ancaman barang haram.
- Fakta Mengkhawatirkan: Saat ini, tercatat sudah ada satu kelurahan di Kecamatan Tinggimoncong yang masuk dalam kategori zona merah bahaya narkoba.
- Target Rentan: Anak-anak usia sekolah menjadi target empuk pergaulan salah jika tidak dipantau secara ketat.
”Ini adalah alarm keras bagi kita semua. Tantangan di depan mata sama sekali tidak ringan. Jangan biarkan anak-anak kita kehilangan masa depan hanya karena kita lengah dan membiarkan mereka terjebak dalam lingkaran setan penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” tegas Hikmatullah dengan nada emosional.
Al-Qur’an Sebagai Benteng Moral Terkuat
Menurut Hikmatullah, intervensi terbaik untuk melawan degradasi moral ini adalah mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan agama sejak dini. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi inisiatif Garnizun Gowa yang memilih menyalurkan Al-Qur’an ke sekolah dasar.
”Melalui pembelajaran Al-Qur’an yang konsisten, kita tidak hanya mengajarkan mereka membaca, tetapi sedang membangun fondasi moral yang kokoh. Kita ingin mencetak generasi yang punya karakter kuat, berakhlak mulia, dan mampu menjadi benteng bagi diri mereka sendiri serta lingkungan sekitarnya,” tambah Hikmatullah.
Sambut Hangat dari Pihak Sekolah
Pihak SDI Parangbugisi menyambut bantuan ini dengan suka cita. Kehadiran Al-Qur’an baru ini diharapkan mampu memantik kembali semangat literasi keagamaan dan mengoptimalkan kegiatan ekstrakurikuler kerohanian di sekolah.
Melalui aksi nyata ini, DPD Garnizun Gowa membuktikan bahwa kolaborasi antara ormas, pemerintah, dan institusi pendidikan adalah kunci utama dalam menyelamatkan masa depan generasi muda dari ancaman zaman.
