Kendari-Sultrainfo.id

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kendari, Muhammad Saiful, diduga enggan memberikan keterangan terkait data dan strategi penanganan stunting serta kemiskinan ekstrem di Kota Kendari.
Sikap ini sangat disayangkan oleh awak media yang hendak menggali informasi dari instansi yang seharusnya menjadi sumber data utama.Wartawan Radarkendari.id, Agus Setiawan, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyayangkan sikap Muhammad Saiful yang tidak bersedia menemui wartawan, padahal beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) dipersilakan masuk ke ruangannya.
“Sangat disayangkan, padahal Bappeda adalah sumber data penting terkait stunting dan kemiskinan ekstrem,” ujar Agus, Jumat (12/09/2025).
Menurut Agus, hal ini menunjukkan bahwa Kepala Bappeda seakan tidak menghargai profesi media yang bertugas mencari dan menyampaikan informasi kepada publik.
“Hal yang sama juga dialami oleh pewarta lain, di mana saat ingin menemui Muhammad Saiful. Sekretaris Bappeda, Seko, menyebut kepala Bappeda sedang sibuk. Namun, wartawan melihat tamu lain justru dipersilakan masuk,” ungkap Agus.
“Kami menanyakan perihal tujuan kami, tapi kepala Bappeda disampaikan sedang sibuk, padahal tamu lain diizinkan masuk. Ini aneh,” tambahnya.Padahal, Bappeda memegang peran vital dalam program penanggulangan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.
Bappeda Kota Kendari terlibat aktif dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan bertanggung jawab dalam merencanakan serta mengevaluasi program terkait. Data kemiskinan ekstrem dari Bappeda juga menjadi rujukan penting dalam validasi data.
Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyarankan agar wartawan berkomunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk menjembatani permintaan informasi. “Masalah apa itu? Bagus kalau ada yang mau ditanya, ke Kominfo saja, biar bisa dikomunikasikan,” kata Sudirman.
