Kendari-Sultrainfo.id

Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menjadi panggung utama bertemunya para petinggi negara. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, menyambut langsung kedatangan tiga menteri Kabinet Merah Putih di Bandara Halu Oleo, Kendari, pada Jumat (29/5/2026).

​Kehadiran para menteri ini menjadi sinyal kuat strategisnya posisi Sultra dalam peta pembangunan nasional, khususnya di Regional Sulawesi.

​Rangkaian penyambutan pejabat tinggi negara ini berlangsung sejak pagi hari. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, menjadi yang pertama mendarat pada pukul 07.15 WITA. Gubernur Andi Sumangerukka bersama jajaran Forkopimda Sultra, Ketua DPRD Sultra, dan Wali Kota Kendari menyambutnya dengan hangat di area apron bandara.

​Tak berhenti di situ, intensitas agenda kerja di Sultra semakin meningkat menjelang sore. Gubernur kembali ke Bandara Halu Oleo untuk menyambut dua tokoh kunci pengambil kebijakan nasional: Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, dan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago.

Mengapa Kedatangan Mereka Begitu Penting?

Kehadiran ketiga menteri lintas sektor ini (Perumahan, Dalam Negeri, dan Keamanan) bukan sekadar kunjungan kerja biasa. Mereka dijadwalkan hadir dalam agenda krusial: Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang berpusat di Claro Hotel Kendari.

​Ajang bergengsi ini merupakan bentuk rekognisi tertinggi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, dan kota) yang dinilai berhasil melahirkan inovasi radikal dan menunjukkan kinerja unggul dalam mendongkrak pembangunan daerah serta pelayanan publik.

​Bagi Sultra, momen ini menjadi kesempatan emas untuk memperlihatkan komitmen nyata di bawah kepemimpinan Andi Sumangerukka dalam mewujudkan daerah yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan pusat dan eksekusi di daerah, terutama dalam sektor perumahan rakyat, tata kelola pemerintahan, dan stabilitas keamanan wilayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *