Kendari-Sultrainfo.id

Angin laut di kawasan pesisir Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, menjadi saksi bisu dimulainya sebuah babak baru bagi ribuan keluarga prasejahtera di Sulawesi dan Gorontalo. Pada Jumat (29/5/2026), kawasan ini resmi dipilih sebagai titik awal peluncuran masif Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2026.

​Langkah ini bukan sekadar seremonial di atas panggung. Dua menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto—Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait—turun langsung ke lapangan. Menyusuri gang-gang sempit di tepi pantai, keduanya menyaksikan langsung realitas pahit: rumah-rumah reyot yang nyaris roboh, dinding papan yang lapuk, serta sanitasi yang jauh dari kata layak.

​Lompatan Ekstrem 742 Persen: Komitmen Nyata untuk Rakyat Kecil

​Salah satu sorotan utama dalam peluncuran ini adalah lonjakan drastis kuota bantuan yang dialokasikan pemerintah. Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa tahun ini pemerintah memberikan perhatian yang jauh lebih besar bagi wilayah Sulawesi Tenggara.

​“Kenaikannya sampai 742 persen. Ini bukti keberpihakan Presiden Prabowo kepada rakyat kecil yang membutuhkan rumah layak huni,” tegas Maruarar di sela-sela kunjungannya.

​Untuk melihat seberapa masif perubahan anggaran dan target ini, berikut perbandingannya:

Tahun AnggaranJumlah Kuota Bedah Rumah (Sultra)Peningkatan
20251.129 Unit
20268.973 Unit742

Kolaborasi Pusat dan Daerah: Kendari Jadi Percontohan

​Keberhasilan peluncuran program berskala besar ini tidak lepas dari kesiapan pemerintah daerah. Dalam kunjungan tersebut, Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Kendari yang dinilai sangat progresif dan tanggap.

​Kota Kendari tidak hanya pasif menerima bantuan, melainkan ikut menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti:

  • Aksi Cepat Tanggap: Pemetaan wilayah pesisir yang paling membutuhkan bantuan secara akurat.
  • Solusi Hunian Sementara: Menyiapkan Rumah Susun (Rusun) bagi warga yang rumahnya sedang dibedah, sehingga mereka tetap memiliki tempat tinggal yang layak selama proses konstruksi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *