Jakarta-Sultrainfo.id

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mengambil langkah taktis dan agresif untuk memperkuat posisinya di hulu ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Emiten ini resmi mengucurkan dana jumbo senilai total Rp1,34 triliun kepada dua anak usahanya demi mencaplok perusahaan tambang nikel strategis di Sulawesi Tenggara.

​Langkah ini mempertegas komitmen PACK dalam mengamankan pasokan komoditas yang tengah menjadi primadona global tersebut.

Pendanaan Jumbo Tanpa Bunga dan Jaminan

​Berdasarkan keterbukaan informasi resmi perusahaan, manuver finansial ini dieksekusi melalui skema pinjaman internal pada 22 Mei 2026. PACK membagi aliran dana tersebut ke dalam dua pos utama:

  • PT Adhi Prakarsa Raya (APR): Menerima kucuran dana sebesar Rp749,59 miliar.
  • PT Sumber Cahaya Raya (SCR): Menerima kucuran dana sebesar Rp591,78 miliar.

​Menariknya, korporasi menerapkan kondisi yang sangat longgar untuk transaksi afiliasi ini. Fasilitas pinjaman raksasa tersebut diberikan tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan tenor selama dua tahun, yang opsinya masih dapat diperpanjang di kemudian hari. Strategi ini dinilai sebagai upaya PACK untuk mempercepat proses birokrasi internal agar eksekusi di lapangan bisa berjalan tanpa hambatan finansial.

Membidik Jantung Nikel Indonesia

​Seluruh dana segar tersebut bakal langsung dialokasikan oleh APR dan SCR untuk mengakuisisi saham dua perusahaan target, yaitu:

  1. PT Konutara Sejati
  2. PT Karyatama Konawe Utara

​Kedua perusahaan tersebut memegang konsesi penting untuk pertambangan dan eksplorasi bijih nikel yang berlokasi di Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara—wilayah yang dikenal sebagai salah satu sabuk nikel (nickel belt) terbaik dan paling potensial di Indonesia.

Mengapa Konawe Utara?

Kawasan ini memiliki keunggulan geografis dan kualitas bijih nikel (laterit) yang sangat cocok untuk diolah menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) maupun feronikel, dua komponen vital dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dan industri baja tahan karat (stainless steel).

Arah Strategis: Menjawab Lonjakan Pasar EV

​Keputusan PACK menggelontorkan dana lebih dari satu triliun rupiah ini bukan tanpa alasan. Permintaan global terhadap komoditas nikel untuk industri baterai EV terus menunjukkan tren kenaikan yang eksponensial.

​Dengan menguasai hulu (pertambangan) melalui PT Konutara Sejati dan PT Karyatama Konawe Utara, PACK tidak hanya mengamankan volume pasokan, tetapi juga meningkatkan daya tawar (bargaining power) perusahaan dalam peta persaingan industri hijau. Langkah agresif ini diprediksi akan menjadi motor penggerak baru bagi pendapatan konsolidasi PACK dalam jangka menengah dan panjang.

PT Eco Energi Perkasa (EEP) – Pemegang Saham Pengendali Utama. ​Secara korporasi, PT PACK berada di bawah kendali PT Eco Energi Perkasa (EEP) yang melakukan akuisisi strategis sejak akhir tahun 2024. Masuknya EEP sekaligus mengubah arah bisnis emiten ini dari industri kemasan digital menjadi perusahaan holding investasi nikel dan energi hijau. EEP sendiri memiliki afiliasi kuat dengan CNGR Advanced Material Co., Ltd., raksasa produsen komponen baterai kendaraan listrik global asal Tiongkok.

Haji Isam (H. Samsudin Andi Arsyad) – Pemegang Saham Strategis, Nama konglomerat pertambangan asal Kalimantan Selatan, H. Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, resmi masuk sebagai salah satu pemilik saham perorangan terbesar di PACK. ​Porsi Kepemilikan: Pada 13 Mei 2026, Haji Isam memborong sekitar 6,83 miliar lembar saham atau setara dengan 21,12% total saham PACK. ​Nilai Transaksi: Untuk mencaplok porsi kepemilikan tersebut, ia menggelontorkan dana pribadi hingga Rp936,65 miliar. ​Masuknya Haji Isam ke dalam struktur kepemilikan ini menjadi katalis utama di balik langkah agresif PACK dalam mendanai akuisisi tambang-tambang nikel besar di Konawe Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *