LUWU-Sultra info.id

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan Kabinet Merah Putih telah berjalan lebih dari satu tahun. Namun, di balik megahnya program nasional ini, ketimpangan nyata masih terjadi di daerah. Salah satunya menimpa siswa-siswi SDN 305 Langkidi di Desa Pangi, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, yang hingga hari ini belum pernah mencicipi program tersebut.

​Kondisi memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari Ketua Umum Wawasan Hukum Nusantara (WHN), Capt. Arqam Bakri, S.E., M.Mar., M.BA. Mirisnya, sekolah tersebut merupakan tempat di mana Capt. Arqam menimba ilmu masa kecilnya.

Fakta Lapangan dan Ironi Lumbung Devisa

​Turun langsung ke lokasi setelah menerima aduan masyarakat, Capt. Arqam mengonfirmasi langsung kepada para siswa bahwa mereka belum mendapatkan hak MBG. Ia menyayangkan keterlambatan ini, mengingat Kabupaten Luwu bukanlah daerah miskin. Luwu dikenal sebagai salah satu lumbung beras, kaya akan tambang emas, serta menjadi daerah penyumbang devisa negara terbesar melalui Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelaut.

​”Jangan abaikan hak anak-anak sekolah dari tanah Luwu. Orang tua mereka adalah pejuang devisa yang selama ini menjaga perekonomian Indonesia tetap stabil,” tegas Arqam dengan nada kecewa.

Soroti Keadilan, WHN Tantang Bupati Luwu

​Secara terbuka, Ketum WHN melayangkan kritik kepada Bupati Luwu, Patahuddin. Ia mendesak agar pemerintah daerah mengedepankan asas keadilan sosial dan pemerataan dalam merekomendasikan lokasi penerima program MBG, bukan berdasarkan kedekatan wilayah atau kepentingan tertentu.

Bawa Masalah ke Meja Presiden Prabowo

​Tak main-main dengan ketimpangan ini, organisasi Wawasan Hukum Nusantara (WHN) dalam waktu dekat akan melayangkan surat terbuka secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.

​Tim pakar hukum WHN saat ini sedang menyusun kajian dan pendapat hukum (legal opinion) terkait dugaan ketidakmerataan penyaluran MBG di Kabupaten Luwu. Langkah ini diambil sebagai advokasi nyata agar hak konstitusional anak-anak di SDN 305 Langkidi dan sekolah lain yang senasib dapat segera terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *