Kendari-Sultra info.id

Aroma dugaan praktik ilegal kembali menyeruak di sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Tenggara. Selasa (16/06/2026).
Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sultra secara terbuka menantang aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata terhadap dugaan penimbunan solar dan aktivitas usaha tanpa izin yang menyeret nama PT Erianti Mandiri Sejahtra.
Desakan ini bukan tanpa dasar. AMAN mengaku mengantongi sejumlah informasi dari masyarakat yang menyebut adanya aktivitas penyimpanan dan distribusi solar dalam skala mencurigakan.
Praktik tersebut diduga berlangsung tanpa pengawasan ketat, bahkan disinyalir melanggar aturan perizinan yang berlaku.
Koordinator AMAN Sultra, Firman Adhyaksa, menegaskan bahwa aparat kepolisian, khususnya Polda Sultra, tidak boleh lamban merespons dugaan yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat luas.
“Ini bukan sekadar isu biasa. Jika benar terjadi penimbunan dan distribusi ilegal, maka ada potensi kerugian besar yang harus diusut tuntas. Kami mendesak Polda Sultra bertindak cepat, profesional, dan transparan,” tegas Firman.
Menurutnya, praktik penimbunan solar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak langsung pada kelangkaan BBM di tengah masyarakat.
Situasi ini membuka dugaan adanya permainan distribusi yang menguntungkan pihak tertentu, sementara masyarakat justru dirugikan.
Tak hanya itu, AMAN juga menyoroti aspek legalitas operasional perusahaan tersebut.
Mereka meminta aparat mengaudit secara menyeluruh dokumen perizinan PT Erianti Mandiri Sejahtra, mulai dari izin usaha, penyimpanan, hingga distribusi BBM.
“Jangan sampai ada perusahaan yang bebas beroperasi tanpa izin yang jelas. Ini preseden buruk bagi penegakan hukum dan tata kelola energi di daerah,” tambahnya.
Lebih jauh, AMAN mendorong adanya koordinasi lintas instansi untuk mengawasi distribusi BBM di Sultra yang dinilai rawan disalahgunakan. Mereka menilai lemahnya pengawasan bisa menjadi celah subur bagi praktik ilegal yang merugikan negara.
Kini publik menunggu langkah konkret Polda Sultra. Apakah dugaan ini akan diusut hingga tuntas, atau justru kembali tenggelam tanpa kejelasan?
Satu hal yang pasti, sorotan terhadap dugaan “mafia solar” di Sulawesi Tenggara semakin menguat dan tekanan publik kian tak terbendung.
Sampai berita ini ditayangkan, Tim SIMPULINDONESIA.COM masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.
