​Kendari-Sultra info.id

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjajaki kerja sama strategis dengan Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa. Sinergi ini dirancang untuk menjembatani jurang antara teori akademis dan kebutuhan riil dunia industri, sekaligus mencetak lulusan perguruan tinggi yang adaptif, terampil, serta berjiwa wirausaha.

​Pertemuan resmi yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) ini melibatkan pengurus Kadin Sultra, jajaran rektorat IAI Rawa Aopa, serta Yayasan Pendidikan dan Perguruan Tinggi Al Asri. Kolaborasi ini berfokus pada penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar mampu bersaing di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi kawasan.

​Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM Kadin Sultra, Dr. H. Supriadi, menegaskan komitmen Kadin sebagai penghubung (bridging engine) antara kampus, sektor usaha, dan pemerintah. Melalui kemitraan ini, Kadin Sultra siap membocorkan beberapa program konkret:

  • Akses Magang Industri: Pembukaan ruang magang langsung di berbagai perusahaan anggota Kadin Sultra untuk memberikan pengalaman kerja nyata sebelum mahasiswa lulus.
  • Inkubasi Wirausaha Berbasis Potensi Lokal: Pembinaan mahasiswa untuk menggarap komoditas unggulan Sultra, seperti hilirisasi nikel, kakao, rumput laut, dan sektor perikanan.
  • Riset Terapan (Applied Research): Mendorong hasil penelitian dosen agar berdampak nyata sebagai solusi industri lokal, tidak sekadar berhenti di jurnal ilmiah.
  • Promosi Investasi Daerah: Kolaborasi menggelar seminar, business matching, dan kajian ekonomi untuk menarik investor ke Sulawesi Tenggara.

​Rektor IAI Rawa Aopa, Dr. Basrin Melamba, menyambut positif langkah ini. Menurutnya, integrasi antara kurikulum kampus dan dinamika pasar dari Kadin akan mempercepat modernisasi kualitas pendidikan di IAI Rawa Aopa, terutama dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis.

​Dukungan serupa datang dari Ketua Yayasan Al Asri, Mardan, yang siap memperkuat sarana dan prasarana pendukung. Pihak yayasan tengah menyiapkan fasilitas penunjang untuk program ekonomi kreatif, mulai dari budidaya tambak ikan air tawar, sektor perhotelan, hingga optimalisasi lahan pertanian kampus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *