KENDARI-Sultra info.id

Memperkuat akuntabilitas penerimaan negara di sektor maritim, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Molawe menggelar proses pencocokan dan penelitian (coklit) data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) jasa barang bersama dua raksasa industri pengolahan nikel, PT Obsidian Stainless Steel (OSS) dan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).
Agenda strategis yang berlangsung pada Jumat, 7 Agustus 2026, ini menjadi momentum penting dalam menyelaraskan catatan transaksi dan pelayanan PNBP jasa barang antara pihak regulator dan pengguna jasa.
Kepala UPP Kelas I Molawe, Capt. Marsri Tulak R., menegaskan bahwa validasi data secara berkala sangat krusial untuk menjaga transparansi sekaligus menutup celah potensi selisih data penerimaan negara.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesesuaian, ketepatan, dan akuntabilitas data PNBP. Sinergi ini juga menjadi sarana memperkuat koordinasi serta transparansi dalam pelayanan kepelabuhanan,” ujar Marsri.
Langkah kolaboratif ini tidak hanya berfokus pada ketepatan angka, tetapi juga menjadi instrumen untuk meminimalkan potensi selisih data operasional bongkar muat di area pelabuhan. Dengan menyamakan persepsi dan catatan administrasi sejak awal, tata kelola lalu lintas barang dan jasa kepelabuhanan di wilayah Molawe diharapkan berjalan lebih tertib, efisien, dan transparan.
