Kendari-Sultrainfo.id

Suasana haru dan hangat mewarnai agenda Reses Masa Sidang I Tahun 2026 yang digelar oleh Anggota Komisi III DPRD Kota Kendari, Hj. Andi Rofikah. Bertempat di RT 13 RW 05, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, kehadiran politisi perempuan ini disambut antusias oleh warga yang telah lama menantikan kehadiran wakil rakyat di wilayah mereka, Rabu (4/2/2026).
Kerinduan Akan Sosok Wakil Rakyat
Ketua RT 13 Kelurahan Tobuuha, Najir Laumara, mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan ini. Ia menyebut momen ini sebagai peristiwa langka yang sudah dinantikan selama berpuluh-puluh tahun.
”Baru kali ini ada Anggota Dewan Kota yang sudi berkunjung langsung, duduk bersama, dan benar-benar mendengar keluhan kami setelah sekian dekade. Ini adalah bentuk kepedulian yang sangat kami hargai,” ujar Najir dengan nada penuh haru.
Darurat Banjir dan Fasilitas Publik
Dalam dialog tersebut, aspirasi utama yang mencuat adalah kondisi infrastruktur yang kian memprihatinkan. Warga mendesak adanya perbaikan tanggul yang merupakan peninggalan proyek padat karya tahun 2002. Saat ini, tanggul tersebut telah mengalami pendangkalan serius dan kerusakan fisik yang menjadi pemicu utama banjir setiap kali hujan mengguyur pemukiman warga.

Selain masalah air, Ketua RW 05, Laode Adnan, turut menitipkan harapan warga terkait keamanan dan kenyamanan lingkungan, di antaranya:
- Penerangan Jalan Umum (PJU): Minimnya lampu jalan yang membuat lingkungan rawan di malam hari.
- Keamanan Lingkungan: Usulan pengadaan Pos Ronda untuk memperkuat sistem keamanan swakarsa warga.
Komitmen Kawal Aspirasi hingga Realisasi
Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Hj. Andi Rofikah menegaskan bahwa dirinya tidak akan sekadar menampung catatan, melainkan akan mengawal ketat usulan tersebut ke dalam pembahasan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Kendari.
”Saya merasakan betul apa yang menjadi keresahan Bapak dan Ibu. Aspirasi ini segera saya masukkan ke sistem perencanaan dan saya pastikan akan dikawal hingga realisasi. Meski ada tahapan administrasi dan waktu yang harus dilalui, komitmen saya adalah memperjuangkan hak warga Tobuuha,” tegas Hj. Andi Rofikah di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata bahwa komunikasi dua arah antara legislatif dan masyarakat sangat krusial dalam menentukan arah pembangunan Kota Kendari yang lebih inklusif dan tepat sasaran.
