Kendari-Sultra info.id

Koridor peredaran gelap narkotika di Sulawesi Tenggara kembali diguncang. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir (Mei–Juni 2026), Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sultra sukses memutus mata rantai pasokan barang haram lintas kabupaten dan kota. Tak tanggung-tanggung, sabu seberat 3.295 gram (3,2 Kilogram) berhasil diamankan dari dua jaringan berbeda.
Konferensi pers yang digelar di Aula Ditresnarkoba Polda Sultra pada Jumat (19/6/2026) menjadi panggung pembuktian ketegasan aparat. Dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol. Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, S.I.K., M.H., dan didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Iis Kristian, S.I.K., polisi membeberkan kronologi penangkapan dua kurir kakap tersebut.
Dua Jaringan, Dua Modus: Dari Sistem Tempel hingga Gudang Penyimpanan
Aparat bergerak berdasarkan informasi intelijen yang akurat, berujung pada pembongkaran dua kasus besar di wilayah hukum Sultra:
- Kasus 1: Kurir Wanita Lintas Kabupaten Petugas meringkus seorang wanita paruh baya berinisial J.O. (38) asal Kabupaten Kolaka. J.O. diduga kuat merupakan kurir andalan jaringan antar-kabupaten yang menggunakan “sistem tempel” (meletakkan narkoba di lokasi tertentu sesuai petunjuk telepon) untuk mengelabui petugas. Dari tangannya, polisi menyita 1.008 gram sabu.
- Kasus 2: Gudang Distribusi Kota Kendari Di lokasi berbeda, pergerakan seorang pria berinisial H. (31) terhenti. H diduga bertindak sebagai pengedar sekaligus “keeper” (penyimpan) stok narkotika untuk wilayah Kota Kendari. Dari tangan H, petugas mengamankan barang bukti masif berupa 2.287 gram sabu beserta berbagai alat pendukung peredaran siap edar.
Efek Domino: Menyelamatkan Generasi, Mempersempit Gerak Kriminalitas
”Dengan asumsi satu gram sabu dapat merusak 10 orang, maka keberhasilan menyita 3,2 kg sabu ini secara tidak langsung telah menyelamatkan lebih dari 30.000 jiwa generasi muda di Sulawesi Tenggara dari kehancuran,” tegas Kombes Pol. Amri Yudhy.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol. Iis Kristian, menekankan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar angka di atas kertas atau beratnya barang bukti. Ini adalah tentang dampak sosial dan keamanan yang nyata.
| Dampak Pengungkapan Kasus | Manfaat untuk Masyarakat Sultra |
|---|---|
| Sektor Sosial & Kesehatan | Memutus jalur distribusi, menekan potensi kerugian ekonomi keluarga, dan menjaga kualitas SDM masa depan. |
| Sektor Keamanan (Kamtibmas) | Memotong aliran dana (cash flow) jaringan kejahatan terorganisir yang kerap menggunakan uang narkoba untuk kriminalitas lain. |
Investasi Jangka Panjang untuk Bumi Anoa
Polda Sultra menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukanlah aksi instan, melainkan investasi jangka panjang untuk memastikan stabilitas keamanan dan produktivitas masyarakat Sultra tetap terjaga.
Melalui pengungkapan besar ini, kepolisian juga mengetuk pintu hati masyarakat agar tidak apatis. Partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi sekecil apa pun di lingkungan sekitar akan menjadi peluru utama dalam menumpas habis sisa-sisa jaringan narkotika di Bumi Anoa.
