Kendari-Sultrainfo.id

Kasus perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa berinisial MS (14) di SMP 3 Kendari pada Senin (15/9/2025) telah menarik perhatian publik, terutama setelah beredar di media sosial. Terkait hal ini, Kepala Sekolah SMP 3 Kendari, Sabil, S.Pd.,M.Pd., memberikan tanggapan tegas mengenai penanganan kasus tersebut.
Sabil membantah klaim yang menyebutkan dirinya tidak menjenguk korban di rumah sakit. “Itu kurang benar. Kami dari pihak sekolah sudah memberikan perhatian terbaik,” ujar Sabil. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah langsung mengutus guru kelas untuk mendampingi korban hingga ke rumah sakit, dan ia sendiri juga telah menjenguk MS serta keluarganya. Keterangan ini diperkuat oleh orang tua korban, Ibu Kartini, yang membenarkan bahwa kepala sekolah dan guru sudah menjenguk anaknya, meskipun satu hari setelah kejadian. “Saya sangat berterima kasih atas perhatian kepala sekolah dan guru yang telah menjenguk anak saya,” ungkap Ibu Kartini.
Pelaku Ditangani, Mediasi Berjalan
Sabil menambahkan, para siswa yang diduga sebagai pelaku bullying kini ditempatkan di ruangan khusus Bimbingan Konseling (BK) dan didampingi oleh guru kelas serta guru BK. Meski demikian, proses pembelajaran mereka tetap berlanjut seperti biasa. “Hanya ruangannya saja yang dipindahkan, di mana para siswa pelaku tetap bersekolah dan belajar,” imbuh Sabil.

Pihak sekolah juga telah mengambil langkah proaktif dengan mewanti-wanti seluruh guru untuk lebih intensif dalam menjaga dan memantau perkembangan siswa. Sosialisasi terkait bahaya bullying, anti-narkoba, dan pencegahan perkelahian pelajar juga terus digencarkan sebagai upaya preventif.
Terkait kelanjutan kasus, Sabil berharap mediasi antara kedua belah pihak dapat berujung damai. Ia juga meminta keluarga pelaku untuk bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan hingga korban pulih.
Orang Tua Korban Pilih Jalur Hukum
Di sisi lain, Ibu Kartini memilih untuk memproses kasus ini melalui jalur hukum. Ia telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kendari dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang berjalan. “Doakan anak saya sembuh total, supaya kasus hukum bisa selesai cepat,” harapnya. Ia juga menambahkan, “Pada dasarnya saya juga memikirkan masa depan mereka semua,” menunjukkan kepeduliannya terhadap semua pihak yang terlibat.
Korban, MS, diketahui mengalami benturan di kepala dan masih merasakan nyeri. Saat ini, ia masih dalam perawatan dan menunggu hasil CT scan untuk memastikan kondisi kesehatannya. Ibu Kartini memohon doa dari masyarakat untuk kesembuhan anaknya.
