Kendari-Sultrainfo.id

Gelombang kekecewaan melanda salah seorang penghuni Perumahan Baito Permai yang berlokasi di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Kualitas bangunan yang dinilai jauh dari standar kelayakan memicu kekhawatiran, hingga berujung pada peringatan terbuka bagi calon pembeli lainnya.

​Keluhan tersebut mencuat ke publik setelah Asriani Ani, salah satu warga perumahan tersebut, meluapkan rasa frustrasinya melalui media sosial Facebook. Dalam unggahannya yang viral, ia membeberkan kondisi fisik rumahnya yang mengalami kerusakan struktural cukup serius di beberapa titik.

​”BTN Baito Permai tidak ada yang beres. Pembangunan pada rembes, (dinding) pada retak, plafon sudah mau rubuh. Jadi hati-hati kalau mau ambil BTN di BTN Baito,” tulis Asriani dalam unggahan digitalnya.

​Hanya Diberi Janji Manis Tanpa Realisasi

​Langkah Asriani membawa persoalan ini ke ranah publik bukan tanpa alasan. Ia mengaku telah berulang kali melayangkan komplain resmi kepada pihak pengembang (developer) Perumahan Baito Permai agar segera melakukan perbaikan. Namun, respons yang diterimanya dinilai sangat lambat dan hanya sebatas janji lisan.

​”Buktinya saya cuma dijanji saja, tidak ada yang datang perbaiki. Jangan percaya kalau mereka bilang kualitas bagus, omong kosong itu. Banyak yang rusak, biar sudah lapor kiri-kanan tidak ada mereka datang perbaiki,” tegasnya dengan nada kecewa.

​Pihak Manajemen Terkesan Saling Lempar Tanggung Jawab

​Guna menjaga keberimbangan informasi (cover both sides), jurnalis Kendarikini.com mencoba melakukan konfirmasi kepada jajaran manajemen Perumahan Baito Permai pada Jumat (22/5/2026). Namun, respons yang didapatkan di lapangan terkesan mengambang.

​Direktur Utama Perumahan Baito Permai, Muh. Amir, saat dihubungi justru mengarahkan penanganan masalah ini langsung ke bagian administrasi kantor, dengan alasan posisinya saat ini lebih berfokus pada sektor pemasaran.

​”Maaf, untuk lebih jelasnya silakan berhubungan di kantor. Kebijakan soal BTN itu dari kantor, saya di sini selaku marketing,” kelit Muh. Amir.

​Sikap tertutup juga ditunjukkan oleh perwakilan manajemen lainnya. Hairil, yang juga dikonfirmasi terkait keluhan kerusakan bangunan tersebut, memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan sedikit pun hingga berita ini resmi ditayangkan.

​Kasus ini menjadi alarm keras bagi industri properti di Kota Kendari mengenai pentingnya transparansi, jaminan kualitas (quality control), dan layanan purna jual bagi konsumen yang telah menginvestasikan dana besar untuk hunian mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *