Buton Utara-Sultra info.id

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) tampaknya tidak mau setengah-setengah dalam menuntaskan persoalan infrastruktur. Memasuki tahun anggaran 2026, komitmen untuk memerdekakan masyarakat dari jalan rusak kembali dibuktikan. Dua urat nadi perekonomian di Kabupaten Buton Utara (Butur), yakni ruas Lambale–Ereke dan Pongkowulu, kini resmi masuk dalam radar prioritas penanganan dengan target masing-masing sepanjang 5 kilometer.

​Langkah masif ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan Pemprov Sultra pada tahun 2025, yang telah berhasil menyulap tiga ruas jalan di Butur—Lambale–Ereke, Simpang 3 Bubu–Ronta, dan Ronta–Lambale—menjadi mulus sepanjang 16,42 kilometer.

​’Operasi Kilat’ Juni 2026: Pangkas Tanjakan Maut Pongkowulu

​Dari total rencana perbaikan, fokus perhatian saat ini tertuju pada ruas Pongkowulu di Kecamatan Kambowa. Di jalur ini, terdapat satu titik krusial berupa tanjakan ekstrem sepanjang 150 meter yang kondisinya rusak parah. Selama ini, titik tersebut kerap menjadi momok menakutkan bagi pengendara dan menghambat mobilitas logistik masyarakat.

​Menanggapi keluhan warga, Pemprov Sultra langsung mengambil tindakan cepat. Bulan Juni 2026 ini, sebuah “operasi kilat” berupa penanganan darurat akan segera dieksekusi. Memanfaatkan dana anggaran pemeliharaan rutin, perbaikan titik kritis ini digenjot agar masyarakat bisa segera melintas dengan aman dan nyaman tanpa harus bertaruh nyawa.

Strategi Lanjutan: Kolaborasi IJD dan Lelang yang Mulai Berjalan

​Pemprov Sultra tidak hanya mengandalkan solusi sementara. Setelah penanganan darurat di tanjakan Pongkowulu rampung, pemerintah langsung tancap gas menggunakan “senjata” yang lebih besar: Inpres Jalan Daerah (IJD). Melalui program strategis nasional ini, seluruh ruas Pongkowulu sepanjang 5 kilometer akan dirombak total secara permanen.

​Sementara itu, bagi masyarakat yang menantikan kelanjutan sisa jalur di ruas Lambale–Ereke, kabar baik pun datang. Proyek sepanjang 5 kilometer di jalur tersebut kini sudah resmi memasuki tahap persiapan lelang. Artinya, dalam waktu dekat, alat-alat berat akan kembali turun ke jalan untuk menuntaskan sisa pekerjaan yang belum tercover di tahun lalu.

​Komitmen Berkelanjutan untuk Buton Utara

​Keberlanjutan proyek di tahun 2026 ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Sultra tidak bersifat musiman. Dengan total belasan kilometer jalan yang sudah dan akan diaspal, konektivitas antarwilayah di Buton Utara dipastikan bakal semakin lancar.

​Bagi masyarakat Kambowa dan Butur pada umumnya, perbaikan ini bukan sekadar urusan memuluskan aspal, melainkan tentang memicu pertumbuhan ekonomi, memangkas waktu tempuh, dan menghadirkan rasa aman yang sudah lama mereka dambakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *