Denpasar-Sultrainfo.id

Dunia maya dihebohkan oleh sebuah unggahan video dari seorang warga negara asing (WNA) dengan nama akun @js35. Video yang diambil di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali tersebut mendadak viral setelah memperlihatkan salah satu bagian komponen pesawat Lion Air yang diduga kuat hanya diikat menggunakan kabel pengikat plastik alias cable tie (insulok).

​Unggahan tersebut langsung memicu perdebatan sengit di berbagai platform media sosial. Banyak publik yang mempertanyakan standar keselamatan penerbangan maskapai berlogo singa merah tersebut, mengingat cable tie identik dengan alat perkakas rumah tangga darurat, bukan untuk industri penerbangan komersial yang super ketat.

​Kronologi dan Narasi Video Viral

​Dalam video berdurasi singkat tersebut, pemilik akun merekam dari area ruang tunggu bandara yang menghadap langsung ke arah apron. Kamera kemudian melakukan zoom-in ke arah badan pesawat Lion Air yang sedang parkir. Fokus video tertuju pada celah di salah satu komponen luar pesawat—yang diduga merupakan bagian penutup (fairing) atau panel pelindung—di mana terlihat jelas seutas cable tie berwarna putih mengikat komponen tersebut agar tetap rapat.

​”Apakah ini aman untuk terbang?” tulis narasi implisit yang berkembang di kalangan netizen internasional, memicu kekhawatiran massal mengenai aspek airworthiness (kelayakan terbang) armada tersebut.

​Respons Manajemen Lion Air: Sesuai Prosedur Internasional

​Menanggapi kegaduhan yang terjadi di media sosial, pihak manajemen Lion Air langsung memberikan klarifikasi resmi. Perwakilan maskapai menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama dan segala bentuk perawatan pesawat selalu mengacu pada manual resmi pabrikan (Aircraft Maintenance Manual / AMM).

Pernyataan Resmi Manajemen Lion Air:

“Kami memastikan bahwa setiap armada yang beroperasi telah melalui pemeriksaan berlapis dan dinyatakan laik terbang. Komponen yang terlihat dalam video tersebut bukanlah komponen struktural utama maupun komponen mekanis yang memengaruhi performa mesin atau kendali penerbangan.

​Penggunaan pengikat khusus yang memenuhi standar penerbangan sipil (aviation-grade) memang diizinkan dalam prosedur perawatan tertentu untuk jangka pendek (perbaikan sementara/perawatan kosmetik) seperti menahan protector atau penutup debu, sebelum suku cadang permanen diganti di pangkalan perawatan utama. Masyarakat tidak perlu khawatir.”

​Pihak maskapai juga menambahkan bahwa material pengikat yang digunakan di dunia penerbangan memiliki spesifikasi khusus yang tahan terhadap suhu ekstrim dan tekanan tinggi, sangat berbeda dengan cable tie yang dijual bebas di toko bangunan.

​Pro dan Kontra Netizen Indonesia: Antara Cemas dan Edukasi

​Di media sosial dalam negeri, video ini langsung membelah netizen Indonesia ke dalam dua kubu. Ragam komentar unik, kritis, hingga kocak pun membanjiri kolom pencarian.j

Kubu Cemas & Mengkritik:

Banyak netizen yang melayangkan kritik tajam dan mengaku ngeri, mengingat rekam jejak dunia penerbangan tanah air yang sensitif terhadap isu keselamatan.

  • “Ngeri banget, taruhan nyawa di udara tapi ikatnya pakai kabel tis. Tolong dong otoritas bandara diperketat pemeriksaannya!” tulis salah satu netizen di X (Twitter).
  • “Mau penerbangan murah atau mahal, kalau urusan keselamatan jangan di-akali pakai kearifan lokal begini,” timpal netizen lain di Instagram.

Kubu Edukatif & Santai:

Di sisi lain, tidak sedikit netizen yang memahami dunia teknik penerbangan (aviation geek) memberikan pembelaan dan edukasi kepada publik agar tidak terjadi kepanikan massal.

  • “Netizen jangan langsung panik. Itu namanya CDL (Configuration Deviation List) atau MMEL. Di dunia penerbangan, bagian non-struktural atau sekadar cover emang boleh diikat pakai aviation-grade zip ties kalau sifatnya temporary. Pesawat tetep aman terbang!” jelas seorang netizen yang mengaku bekerja di teknisi sipi.
  • “Bule-bule aja yang lebay, belum tahu aja kekuatan kabel tis kalau udah mengikat takdir,” canda netizen lain secara sarkas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *