Kendari-Sultrainfo.id

Pemerintah pusat terus bergerak cepat memastikan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto menyentuh langsung masyarakat di daerah. Komitmen ini ditunjukkan melalui kunjungan kerja bersama Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, Mendagri Jenderal Pol. (Purn.) Tito Karnavian, dan Kepala BPS RI Amalia Widyasanti di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (30/5/2026).
Rombongan meninjau dua pilar utama penguatan daerah: Sekolah Rakyat Merah Putih 25 dan Koperasi Merah Putih. Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan.
Memutus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan Berkualitas
Di Sekolah Rakyat Merah Putih 25 Kendari, Menko Polkam dan Mendagri meninjau langsung fasilitas asrama siswa serta jalannya kegiatan belajar mengajar. Program Sekolah Rakyat ini dirancang khusus oleh pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Tidak sekadar meninjau fasilitas fisik, kedua jenderal purnawirawan tersebut juga berdialog, memberikan motivasi, dan membakar semangat para siswa, orang tua, serta tenaga pendidik yang hadir.
”Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah nasib. Melalui Sekolah Rakyat, kita ingin memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam proses menciptakan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Menko Polkam dalam arahannya.
Koperasi Merah Putih: Motor Baru Ekonomi Kelurahan
Usai urusan pendidikan, agenda berlanjut ke sektor riil. Menko Polkam Djamari Chaniago meninjau langsung operasional Koperasi Merah Putih di Kendari.
Program koperasi ini diinisiasi untuk menjadi tulang punggung baru perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Fokusnya jelas: meningkatkan kesejahteraan warga, memperkuat kemandirian ekonomi daerah, dan memberikan pemberdayaan nyata bagi pelaku usaha mikro di akar rumput.
Sinergi Kuat Pusat dan Daerah
Kunjungan strategis ini mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda). Turut mendampingi di lapangan:
- Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka
- Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko
- Kapolda Sulawesi Tenggara, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko
- Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran
- Serta para deputi dan staf khusus Kemenko Polkam.
Kehadiran para pejabat tinggi negara dan daerah ini menegaskan bahwa integrasi antara kebijakan pusat dan eksekusi di daerah berjalan selaras, demi memastikan program prioritas nasional berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.
