Konawe-Sultrainfo.id

Riak-riak ketidakpuasan melanda internal Serikat Karyawan (Sekar) PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI). Sejumlah pengurus dan anggota serikat kini terang-terangan menyuarakan kekecewaan terhadap gaya kepemimpinan sang Ketua, Bahar, yang dinilai tidak transparan dan cenderung mengabaikan aspirasi arus bawah.
Puncaknya, mencuat desakan kuat dari anggota untuk segera menggelar kongres guna melakukan penyegaran dan mengganti nakhoda organisasi agar tidak mengalami stagnasi.
Salah satu pemantik utama kekecewaan yang telah lama terpendam ini adalah pengelolaan bantuan sapi kurban tahunan dari pihak manajemen PT VDNI. Sebagai perusahaan besar, PT VDNI secara rutin mengalokasikan jatah hewan kurban untuk serikat karyawan menjelang Hari Raya Idul Adha. Namun, bantuan yang sejatinya diperuntukkan bagi kemaslahatan bersama tersebut dinilai tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh anggota maupun pengurus serikat.
Salah satu tokoh senior serikat, Arsyad Soke, mengungkapkan bahwa selama ini anggota telah berulang kali mengusulkan agar penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di area perusahaan. Tujuannya jelas, agar para pekerja dan anggota serikat dapat merasakan langsung kebersamaan dan menikmati daging kurban tersebut. Namun, usulan tersebut selalu bertepuk sebelah tangan.
“Ketua Serikat (Bahar) tidak pernah menerima usulan atau saran dari anggota pengurus terkait hal ini. Kenyataannya, sapi kurban bantuan tersebut diduga kuat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ujar Arsyad Soke dalam keterangannya baru-baru ini.

Arsyad menambahkan, dugaan pengalihan bantuan ini bukan sekadar isapan jempol. Berdasarkan kesaksian para anggota dan jejak digital di media sosial, hewan kurban tersebut selalu dibawa dan disembelih di kediaman pribadi sang ketua.
“Ada beberapa video postingan di media sosial dan saksi mata yang melihat kejadian tersebut, dan ini berlangsung konsisten sejak tahun 2019,” tegasnya.
Kebutuhan Anggota Mandek, Kongres Jadi Solusi
Persoalan sapi kurban ini rupanya menjadi puncak gunung es dari raport merah kepemimpinan yang dinilai stagnan. Selain masalah transparansi bantuan, sejumlah pengurus mengeluhkan banyaknya kepentingan dan kebutuhan mendasar anggota serikat yang selama ini mandek dan tidak pernah diakomodir oleh ketuanya.
Merespons kondisi organisasi yang dinilai jalan di tempat, Arsyad Soke menegaskan bahwa gelombang desakan dari bawah untuk melakukan pergantian struktural sudah tidak terbendung lagi. Kongres dianggap sebagai satu-satunya jalan konstitusional yang rasional untuk menyelamatkan marwah organisasi.
“Atas dasar saran dan masukan dari gelombang kekecewaan anggota, kemungkinan besar dalam waktu dekat akan dilakukan kongres untuk mengganti Ketua Serikat. Lagipula, kita memang memerlukan suasana kepengurusan dan sosok ketua yang baru agar roda organisasi ini tidak stagnan dan bisa kembali berpihak pada kepentingan buruh,” pungkas Arsyad.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Ketua Serikat Karyawan PT VDNI, Bahar, terkait tuduhan pengelolaan hewan kurban dan desakan kongres ini masih terus diupayakan guna mendapatkan keberimbangan informasi.
