Kendari-Sultrainfo.id

Di tengah pesatnya tren investasi di Sulawesi Tenggara, bayang-bayang kerugian akibat investasi ilegal masih menghantui. Menanggapi fenomena tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari menggelar Sekolah Pasar Modal Syariah, Rabu (21/1).
Bertempat di Aula Gedung Kementerian Haji Kota Kendari, kegiatan ini menyasar 76 Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kemenag sebagai garda terdepan literasi keuangan berbasis syariah.

Lonjakan Investor dan Ancaman Kerugian Miliaran Rupiah
Minat investasi masyarakat Bumi Anoa sedang berada di titik tertinggi. Data OJK per November 2025 mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tenggara menembus 157.693 rekening, melonjak tajam 40,68% (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, di balik angka pertumbuhan yang menggembirakan tersebut, tersimpan risiko besar. Manajer Madya PEPK dan LMSt OJK Sulawesi Tenggara, Desiyani Patra Rapang, mengungkapkan bahwa peningkatan inklusi harus berjalan beriringan dengan pemahaman risiko.
“Pertumbuhan investor ini sinyal positif bagi ekonomi daerah. Namun, masyarakat jangan sampai terjebak tren tanpa pemahaman. Kami terus menekankan prinsip 2L: Legal dan Logis,” tegas Desiyani saat membacakan sambutan Kepala OJK Sultra.
Kekhawatiran OJK bukan tanpa alasan. Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) menunjukkan angka yang mencengangkan:
- Total Kerugian di Sultra: Mencapai Rp21,8 miliar akibat aktivitas keuangan ilegal.
- Titik Merah Kota Kendari: Menjadi wilayah dengan laporan tertinggi (579 laporan) dengan total kerugian mencapai Rp10,7 miliar.
Menepis Ragu: Kehalalan dan Keamanan Investasi
Menjawab keraguan masyarakat mengenai aspek syariah, Kepala Kantor BEI Sulawesi Tenggara, Bayu Saputra, memastikan bahwa pasar modal syariah Indonesia adalah instrumen yang aman dan diawasi ketat.
”Masyarakat tidak perlu ragu. Produk pasar modal syariah telah melalui filter berlapis dari DSN-MUI dan OJK, mulai dari profil usaha emiten hingga rasio keuangannya. Ini adalah pilihan investasi yang tenang dan berkah,” jelas Bayu.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, Hj. Marni, memberikan apresiasi penuh. Menurutnya, edukasi ini sangat krusial bagi ASN agar tidak hanya melek finansial, tetapi juga mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat luas mengenai investasi yang sesuai koridor agama.
Membangun Ekonomi Daerah yang Berkelanjutan
Sekolah Pasar Modal Syariah ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan bagian dari program strategis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kendari. Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang sehat, di mana masyarakat aktif berinvestasi sekaligus terlindungi dari modus penipuan seperti skema ponzi maupun duplikasi nama perusahaan legal.
Dengan edukasi yang mendalam, diharapkan masyarakat Sulawesi Tenggara tidak lagi menjadi korban, melainkan menjadi investor cerdas yang berkontribusi nyata pada penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
