KENDARI-Sultra info.id

Tak sabar mengantre ditambah kekesalan melihat dugaan praktik penimbunan BBM, seorang pria paruh baya berinisial DJ (50) nekat mengacungkan sebilah parang di SPBU Bonggoeya, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Akibat aksi koboinya yang meresahkan warga, wiraswasta asal Kendari Barat ini kini harus meringkuk di sel tahanan setelah diringkus Tim URC Buser77 Sat Reskrim Polresta Kendari.

​Insiden menegangkan yang terjadi pada Minggu (28/6/2026) siang itu sempat membuat heboh para pengendara yang sedang mengantre. Beruntung, aksi nekat pelaku berhasil diredam setelah para konsumen di lokasi kompak mengejarnya hingga pelaku kabur kocar-kacir.

​Kronologi Kejadian: Berawal dari Antrean yang Mengular

​Peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 WITA. Korban, AI (32), yang saat itu sedang bertugas sebagai operator pengisian BBM, mendapati pelaku DJ datang untuk mengisi Pertalite. Karena kondisi SPBU sedang padat dan antrean mengular panjang, pelaku mulai tidak sabar.

​Pelaku kemudian berteriak-teriak di area SPBU, memicu ketegangan. Salah seorang konsumen yang merasa terganggu menegur tindakan DJ, hingga sempat terjadi cekcok mulut di antara keduanya. Pelaku yang tersulut emosi kemudian pergi meninggalkan SPBU.

​Namun, bukannya menenangkan diri, tak lama kemudian DJ kembali dengan membawa sebilah parang. Saat kembali ditegur oleh warga, pelaku justru mencabut parangnya dari sarung dan mulai membuat keributan di area objek vital tersebut.

​”Melihat pelaku mencabut senjata tajam, konsumen lain yang sedang mengantre tidak tinggal diam. Mereka kompak mengejar pelaku hingga pria tersebut terpaksa melarikan diri dari area SPBU,” tulis laporan kepolisian.

​Merasa ketenteraman tempat kerjanya terganggu dan membahayakan keselamatan, pihak manajemen SPBU akhirnya resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kendari.

​Motif Pelaku: Kesal Harga Pertamax Mahal & Marak Motor Suzuki Thunder ‘Kencing’ BBM

​Setelah melakukan penyelidikan dan mengantongi bukti permulaan yang cukup, Tim URC Buser77 bergerak cepat. Pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 11.50 WITA, pelaku DJ berhasil diamankan petugas tanpa perlawanan di Jalan Transito, Kelurahan Wua-Wua.

​Dari hasil interogasi mendalam, pelaku mengakui semua perbuatannya. Menariknya, DJ membeberkan alasan di balik aksi nekatnya yang dipicu oleh akumulasi rasa frustrasi terhadap situasi pengisian BBM.

  • Harga Pertamax Mahal: Pelaku mengaku kesal karena harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax dinilai terlalu mahal, sehingga ia terpaksa mengantre Pertalite.
  • Maraknya Motor ‘Tangki Siluman’: Emosi pelaku memuncak saat mengantre karena ia melihat beberapa sepeda motor jenis Suzuki Thunder—yang kerap diidentikkan dengan kendaraan pelangsir BBM—mengantre berulang kali hingga menyebabkan antrean menjadi sangat panjang.

​Barang Bukti yang Diamankan

​Selain mengamankan pelaku yang kini berstatus tersangka tindak pidana gangguan terhadap ketenteraman lingkungan dengan ancaman senjata tajam, polisi juga menyita barang bukti berupa:

  • 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi DT 6491 EI, yang digunakan pelaku saat menjemput parang ke rumahnya dan kembali ke TKP.

​Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolresta Kendari guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat keras akan pentingnya menjaga kepala dingin di fasilitas publik, sekaligus menjadi sorotan terkait pengawasan antrean BBM bersubsidi di Kota Kendari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *