KONAWE SELATAN-Sultra info.id

Sebuah malam keakraban di pinggir jalan Desa Laikandonga, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak berubah menjadi mencekam. Aris (27), seorang pemuda setempat, menjadi korban dugaan pengeroyokan oleh rekan-rekannya sendiri pada Kamis (4/6/2026) malam sekitar pukul 21.00 Wita.
Nahasnya, aksi kekerasan bersama ini dipicu oleh tuduhan sepihak dan provokasi yang melukai harga diri korban.
Kronologi: Dari Kisah Penjara hingga Tuduhan ‘Pencuri’
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini bermula ketika Aris sedang asyik nongkrong bersama empat temannya, yaitu Digan, Oca, Jaya, dan Aril. Suasana yang awalnya santai mulai memanas saat Digan menceritakan pengalamannya selama menjalani hukuman atas kasus narkoba.
Di tengah obrolan tersebut, Digan tiba-tiba mengalihkan pembicaraan dan menuding Aris pernah terlibat kasus pencurian di Kota Baubau. Tak terima dituduh tanpa bukti, Aris sontak tersinggung.
Situasi semakin tak terkendali ketika Digan justru sengaja berteriak ‘pencuri’ di hadapan orang lain untuk mempermalukan korban. Emosi yang membumbung membuat Aris kehilangan kendali dan melayangkan pukulan ke arah Digan.
”Awal kejadiannya pelaku berkali-kali menuduh korban mencuri, namun korban tidak merasa mencuri apapun. Setelah itu, pelaku yang bernama Digan menyuruh korban memukul dirinya, lalu berteriak ‘pencuri’ ke arah korban,” ungkap Yopi (36), sepupu korban, saat memberikan keterangan pada Minggu (7/6/2026).
Dihujani Pukulan dan Batang Kayu
Bukannya melerai, tindakan Aris yang membela harga dirinya justru memicu amarah rekan-rekan yang lain. Situasi berubah menjadi pengeroyokan brutal yang tidak seimbang.
Aris mengaku dikepung dan diserang secara bersama-sama oleh teman-temannya sendiri. Ia dihujani pukulan di bagian wajah yang diduga kuat dilakukan oleh Oca. Tak berhenti di situ, salah satu pelaku bahkan menghantamkan sebatang kayu ke tangan kanan korban.
”Saya tidak bisa membalas, hanya berusaha melindungi kepala saat mereka memukuli saya secara bertubi-tubi,” kenang Aris dengan nada trauma.
Rumah Korban Sempat Dilempari Batu
Dalam kondisi terluka dan terdesak, Aris berhasil meloloskan diri dan berlari sekencang mungkin menuju rumahnya untuk menyelamatkan nyawa.
Namun, aksi beringas para pelaku ternyata belum reda. Mereka mengejar korban hingga ke depan rumah dan sempat melakukan pelemparan batu ke arah kediaman Aris, sebelum akhirnya membubarkan diri dari lokasi kejadian.
Tempuh Jalur Hukum
Tidak terima atas perlakuan main hakim sendiri dan pencemaran nama baik yang dialaminya, Aris langsung menyambangi kantor polisi terdekat usai peristiwa tersebut. Ia resmi melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan ini ke pihak berwajib.
Kini, kasus tersebut tengah menjadi sorotan warga sekitar. Korban bersama pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera bertindak tegas dan memproses para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
