Kendari-Sultrainfo.id

Dinginnya malam minggu di Kota Kendari mendadak tegang. Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar razia besar-besaran di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) pada Sabtu malam (30/5/2026). Hasilnya, dua orang pengunjung dipastikan positif mengonsumsi barang haram tersebut.

​Operasi senyap yang dimulai sekira pukul 23.00 WITA ini dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sultra, Kombes Pol Amri Yudhy Syamsualam Rama Wispha, S.I.K., M.H. Langkah tegas ini merupakan bagian dari komitmen total kepolisian dalam membersihkan wilayah hukum Sultra dari jerat narkotika.

Tiga Titik Panas yang Disisir Petugas

​Petugas gabungan bergerak cepat dan menyasar tiga titik hiburan malam populer di Kota Kendari secara bergantian:

  1. D’Princess Syahrini KTV
  2. Bromo KTV & Resto
  3. Exodus Cafe

​Di bawah lampu remang-remang THM, musik seketika dihentikan. Petugas langsung melakukan pemeriksaan identitas (KTP) serta tes urine secara ketat dan menyeluruh kepada para pengunjung maupun pekerja.

Hasil Operasi: Dua orang pengunjung yang terindikasi kuat positif menggunakan narkotika langsung diamankan di tempat. Keduanya langsung digelandang ke markas Ditresnarkoba Polda Sultra untuk menjalani pemeriksaan intensif dan pengembangan kasus guna membongkar jaringan pemasoknya.

Komitmen Tanpa Pandang Bulu

​Kombes Pol Amri Yudhy menegaskan bahwa operasi seperti ini bukanlah yang terakhir. Polisi akan terus bergerak secara berkala dan acak untuk mempersempit ruang gerak para pelaku dan pengguna narkoba.

​”Razia ini akan terus kami lakukan secara berkala. Ini adalah bentuk komitmen nyata kepolisian dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di tempat-tempat yang punya potensi kerawanan tinggi,” tegas Kombes Amri.

Warning Keras untuk Generasi Muda

​Selain melakukan tindakan represif di lapangan, Ditresnarkoba Polda Sultra juga menyelipkan pesan edukasi yang mendalam. Pihak kepolisian mengimbau keras masyarakat, khususnya generasi muda di Kendari, untuk tidak sekali-kali menyentuh narkoba.

  • Dampak Nyata Narkoba: Merusak kesehatan fisik/mental, menghancurkan masa depan, dan berujung pada jeruji besi (hukum).
  • Call to Action: Masyarakat diminta aktif menjadi mata dan telinga kepolisian.

​”Mari bersama-sama menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari bahaya narkoba. Jika mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, segera laporkan kepada pihak kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti,” pungkas Dir Resnarkoba.

​Operasi yang berjalan kondusif hingga dini hari ini menjadi sinyal kuat bahwa Polda Sultra tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Kendari yang sehat, aman, dan bebas narkoba

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *