Kendari-Sultrainfo.id

Roda birokrasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi memasuki babak baru. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Senin (18/5/2026).

​Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra ini menandai langkah strategis Pemprov dalam menjaga stabilitas, kesinambungan pemerintahan, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.

​Dalam sambutannya, Gubernur yang akrab disapa ASR ini memberikan penekanan khusus mengenai posisi Sekda yang disebutnya sebagai motor penggerak utama organisasi pemerintahan di daerah. Menurutnya, seorang Sekda memikul tanggung jawab besar, mulai dari penyusunan kebijakan hingga mengorkestrasi seluruh perangkat daerah agar bergerak harmonis.

​”Kita pahami bersama bahwa Sekretaris Daerah adalah jabatan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Sekda harus mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki agar pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi pemerintahan dapat berjalan maksimal,” ujar Andi Sumangerukka.

Menuntut Soliditas dan Kerja Kolektif

​Mantan Pangdam XIV/Hasanuddin ini juga mengirimkan pesan kuat kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran birokrasi Sultra. Ia menginstruksikan dukungan penuh tanpa syarat kepada Pj Sekda yang baru untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang solid, profesional, dan responsif.

​ASR menegaskan bahwa keberhasilan membangun Bumi Anoa tidak bisa bersandar pada kerja individu, melainkan harus melalui kerja kolaboratif yang kokoh.

​”Saya tidak akan mampu bekerja sendiri. Semua harus saling mendukung. Mari kita bekerja bersama-sama,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua tersebut.

Alasan Di balik Penunjukan Muhammad Fadlansyah

​Rekam jejak dan integritas menjadi alasan utama di balik penunjukan Muhammad Fadlansyah. Gubernur ASR meyakini bahwa kapasitas yang dimiliki sang penjabat baru akan mampu menjawab tantangan birokrasi ke depan.

​”Beliau sudah lama mengabdi di Sultra. Dengan kapabilitas, kemampuan, dan pengalaman yang dimiliki, saya yakin beliau pantas mengemban tugas ini. Karena itu, saya memberikan penekanan untuk mengoptimalkan roda organisasi pemerintahan,” ungkapnya optimis.

​Untuk diketahui, pergantian estafet kepemimpinan ini dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan Sekda sebelumnya, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D, yang tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 45/TPA Tahun 2026.

​Pengangkatan Muhammad Fadlansyah sendiri telah melalui mekanisme konstitusional dan mengantongi restu dari Jakarta, menyusul terbitnya Surat Persetujuan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.2.6/4005/SJ tertanggal 7 Mei 2026.

Garansi Transparansi: Menuju Seleksi Terbuka Sekda Definitif

​Guna menepis spekulasi publik dan menjaga marwah reformasi birokrasi yang bersih, Gubernur Sultra memastikan bahwa posisi Sekda definitif nantinya akan ditentukan melalui proses yang akuntabel. Pemprov Sultra akan segera menggelar lelang jabatan (open bidding).

​”Nanti akan ada seleksi terbuka. Diberikan kesempatan kepada siapa saja (aparatur sipil negara) yang memenuhi syarat untuk mengikuti proses tersebut,” pungkas ASR, menjamin transparansi pengisian jabatan tertinggi ASN di Sultra tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *