Kendari-Sultrainfo.id

Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran menjalin kolaborasi strategis dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Pertemuan yang digelar di ruang rapat Wali Kota pada Selasa (23/9) ini bertujuan menyelaraskan program pembangunan daerah, dengan fokus pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sektor pariwisata, dan stabilitas ekonomi daerah.
Wali Kota Siska Karina Imran membuka rapat dengan memaparkan data makro Kota Kendari yang menunjukkan laju inflasi terkendali. “Inflasi kita tercatat -0,22% secara bulan ke bulan, 2,89% tahun ke tahun, dan 3,13% secara kalender,” ujarnya. Angka ini menjadi modal penting untuk mewujudkan visi kota sebagai “Kota Layak Huni yang Semakin Maju, Berdaya Saing, Adil, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”

Dalam sesi diskusi, perwakilan KADIN dan HIPMI menyampaikan masukan krusial. H. Rahman, Wakil Ketua Umum KADIN bidang UMKM, Koperasi, dan Kewirausahaan, menyoroti potensi besar sektor pariwisata. Menurutnya, pariwisata harus menjadi agenda prioritas karena mampu menjadi daya ungkit ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. “Pemerintah harus gencar mempromosikan Sinonggi dan kuliner lokal lainnya sebagai identitas yang menarik wisatawan,” tegasnya.
Selain pariwisata, tantangan yang tak kalah penting adalah akses permodalan bagi UMKM. Para pengusaha mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi dan memberikan rekomendasi yang mempermudah UMKM mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menciptakan kebijakan yang pro-pengusaha lokal, tetapi juga memastikan implementasinya berjalan efektif di lapangan.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal yang signifikan. Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, percepatan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kota Kendari dapat terwujud, membuka peluang baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
