Kendari-Sultrainfo.id

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kendari resmi berganti kepemimpinan. Jabatan Kepala Lapas yang sebelumnya dipegang oleh Hermawan Mulawarman, kini diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Al Jamin. Serah terima jabatan yang berlangsung khidmat pada Kamis (28/8/2025) ini menandai babak baru bagi Lapas Kendari, dengan fokus yang semakin tajam pada tantangan multidimensi.
Mewakili Pemerintah Kota Kendari, Asisten II Setda, Nismawati, menyoroti peran krusial Lapas sebagai mitra strategis dalam pembinaan narapidana. “Kami percaya bahwa lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi tempat pembinaan menuju pribadi yang lebih baik,” tegasnya, menggarisbawahi pentingnya reintegrasi sosial.
Di sisi lain, Hermawan Mulawarman, yang kini akan bertugas sebagai Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Papua, menyoroti tantangan besar yang telah ia hadapi. Dalam sambutannya, ia secara eksplisit menyebutkan pentingnya kolaborasi lintas instansi, terutama dalam mencegah peredaran narkoba di dalam lapas. Pengakuan ini mempertegas bahwa isu narkoba adalah ancaman nyata yang harus ditangani serius.
Plt. Kalapas yang baru, Al Jamin, merespons tantangan tersebut dengan optimisme dan komitmen. Ia berjanji akan melanjutkan program-program pendahulunya dan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). “Kami tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya, mengakui kompleksitas tugas yang menanti.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tenggara, Sulardi, menekankan pentingnya kesinambungan program, khususnya dalam mengimplementasikan 13 Akselerasi Pemasyarakatan. Dari semua akselerasi tersebut, ia secara khusus menyoroti ketahanan pangan dan pemberantasan narkoba sebagai prioritas utama. Penegasan ini mengindikasikan bahwa agenda pemberantasan narkoba bukan hanya menjadi fokus lokal, melainkan juga prioritas dari tingkat regional.
Transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah harapan besar. Lapas Kendari kini menghadapi tantangan ganda: menjadi lembaga rehabilitasi yang efektif sekaligus menjadi benteng yang kuat melawan penetrasi narkoba. Kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa terobosan yang signifikan untuk memastikan bahwa lapas benar-benar menjadi tempat pembinaan, bukan sekadar penjara.
