filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 44;

Kendari-Sultrainfo.id

Mengantisipasi potensi kerusuhan serupa dengan yang terjadi di sejumlah kota lain, aparat keamanan memperketat penjagaan di sejumlah kantor pemerintahan vital di Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejak Sabtu, 30 Agustus 2025, personel TNI dari Yonif 725 Woroagi telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.


Langkah ini diambil menyusul serangkaian demonstrasi anarkis yang merusak fasilitas publik, termasuk gedung DPRD dan Kejaksaan, di Makassar dan beberapa kota lain sepanjang 25 hingga 29 Agustus. Penjagaan di Kendari bertujuan untuk mencegah amuk massa yang bisa berujung pada perusakan fasilitas umum.
Personel TNI disiagakan di seluruh area kantor DPRD, mulai dari pintu depan hingga pintu belakang, dengan total sekitar 35 anggota.

Sementara itu, 21 personel lainnya bersiaga di kantor Kejati Sultra. Apel kesiapan gabungan juga digelar pagi hari, dengan pengerahan mobil-mobil kepolisian yang ditempatkan di luar area gedung untuk memperkuat barikade.
Hingga Sabtu sore pukul 16:47 WITA, situasi di kedua lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Belum ada tanda-tanda pergerakan massa atau mahasiswa yang akan melakukan aksi unjuk rasa. Namun, aparat keamanan tetap bersiaga penuh untuk menghadapi segala kemungkinan.


Pengerahan TNI untuk mengamankan fasilitas sipil seperti ini mencerminkan tingginya kekhawatiran aparat terhadap potensi eskalasi demonstrasi, menunjukkan keseriusan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban umum di Sultra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *