Kendari-Sultra info.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara bergerak cepat memperkuat fondasi keuangan generasi muda melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Langkah strategis ini dimatangkan melalui rapat koordinasi intensif bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Konawe dan PT BPR Bahteramas Konawe (Perseroda) di Kendari, Senin (8/6/2026).

​Pertemuan ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan sebuah langkah nyata untuk mendongkrak literasi dan inklusi keuangan pelajar di Kabupaten Konawe, sekaligus memantapkan persiapan daerah tersebut dalam menghadapi ajang bergengsi KEJAR Award 2026. Melalui program ini, pelajar tidak hanya diajarkan menabung, tetapi juga diperkenalkan pada ekosistem layanan keuangan formal yang aman dan bertanggung jawab sebagai bekal masa depan.

Menantang 81 Daerah di Sulawesi

​Kompetisi dalam KEJAR Award tahun ini dipastikan semakin ketat. OJK melakukan penyempurnaan mekanisme penilaian dengan membagi peserta ke dalam lima wilayah regional. Kabupaten Konawe dipastikan harus bersaing sengit dengan 81 kabupaten/kota lainnya di wilayah Sulawesi untuk memperebutkan predikat Wilayah Implementasi KEJAR Terbaik.

​Deputi Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tenggara, Indra Natsir Dahlan, menekankan bahwa penilaian tahun ini tidak hanya melihat seberapa banyak rekening yang berhasil dibuka oleh pelajar.

​”Penilaian juga mempertimbangkan komitmen nyata pemerintah daerah. Mulai dari kebijakan dan regulasi, alokasi anggaran, integrasi program kerja TPAKD, hingga konsistensi kegiatan sosialisasi secara berkelanjutan,” jelas Indra.

​Indra menambahkan bahwa sinergi antara Pemda dan lembaga jasa keuangan seperti BPR Bahteramas adalah kunci utama agar produk keuangan formal dapat dijangkau dengan mudah dan aman oleh para pelajar.

Komitmen Penuh Pemerintah Daerah dan Sektor Perbankan

​Menanggapi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe menyatakan kesiapannya. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Konawe, Srijoko Wahyu Hendro, SE., M.Si., menegaskan bahwa Pemda berkomitmen penuh mempercepat implementasi program ini melalui penguatan koordinasi dengan satuan pendidikan.

​”Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan perangkat daerah terkait dan lembaga jasa keuangan untuk mengakselerasi capaian program di Konawe. Ini adalah langkah strategis kami dalam membangun budaya menabung sejak dini,” ujar Hendro optimis.

​Di sisi lain, sektor perbankan selaku garda depan penyedia layanan juga telah menyatakan kesiapannya. PT BPR Bahteramas Konawe berkomitmen untuk “menjemput bola” ke sekolah-sekolah.

​Direktur Utama BPR Bahteramas Konawe, Dr. Ahmat, SE., MM., menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan khusus untuk mempermudah pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) serta mengedukasi siswa secara langsung. Selain itu, akuntabilitas pelaporan data juga menjadi prioritas demi mendukung penilaian penghargaan tersebut.

Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas 2045

​Program KEJAR bukan sekadar mengejar target angka atau penghargaan semata, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.

​OJK meyakini, kolaborasi erat yang melibatkan pemerintah daerah, industri keuangan, dan institusi pendidikan akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dan cakap secara finansial (financial literacy). Karakter inilah yang menjadi modal penting dalam mencetak generasi emas yang siap membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *