PRANCIS-Sultrai info.id

STIE Enam Enam Kendari menegaskan komitmennya untuk tidak terjebak dalam “formalitas di atas kertas” dalam upaya internasionalisasi kampus. Langkah konkret ini dibuktikan melalui pertemuan strategis antara pimpinan kampus dengan Atase Pendidikan KBRI Paris, Assoc. Prof. Dr.oec.HSG Syarifa Hanoum, di Balai Budaya KBRI Paris, Prancis, Senin (11/5/2026).

​Kunjungan yang menjadi bagian dari delegasi LLDIKTI Wilayah IX ini dihadiri langsung oleh Ketua Yayasan Pembina Pendidikan Enam Enam Bumi Kendari, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., dan Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Dr. H. Abdul Azis Muthalib, S.E., M.S.

​Dalam diskusi intensif tersebut, Atase Pendidikan KBRI Paris memaparkan peta jalan pendidikan tinggi Prancis yang memiliki ekosistem raksasa, mencakup lebih dari 3.500 institusi—termasuk 220 sekolah bisnis dan manajemen bereputasi global, serta 271 sekolah doktoral.

“Kerja sama internasional yang kuat tidak dimulai dari dokumen semata, tetapi dari kegiatan akademik yang berjalan secara berkelanjutan,” tegas Ketua STIE Enam Enam Kendari, Prof. Abdul Azis Muthalib.

​Prof. Abdul Azis menambahkan bahwa pihak kampus tidak ingin kerja sama ini mandek pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) semata. STIE Enam Enam Kendari membidik program implementatif yang berdampak langsung pada kualitas dosen dan mahasiswa, seperti:

  • Student & Staff Mobility (Pertukaran mahasiswa dan dosen)
  • Joint Research & International Publication (Riset dan publikasi jurnal bersama)
  • International Internship & Virtual Exchange (Magang internasional)
  • ​Program mutakhir seperti Dual Degree dan Joint Degree.

​Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan, Ichsanuddin Akbar, S.T., M.M., menyatakan bahwa yayasan memberikan dukungan penuh terhadap agenda internasionalisasi ini. Menurutnya, ekspansi jejaring ke Eropa adalah langkah krusial untuk mendongkrak daya saing lulusan Kendari di kancah global.

​Melalui sokongan strategis KBRI Paris sebagai jembatan penghubung, STIE Enam Enam Kendari kini berada di jalur cepat untuk mentransformasi budaya riset, inovasi, dan kapasitas SDM menuju standar Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *