Kendari-Sultrainfo.id

Sektor ganda putra bulutangkis STIE Enam Enam Kendari mengukuhkan dominasinya di pengujung tahun 2025. Tidak tanggung-tanggung, para atlet “Kampus Hijau” ini sukses mengamankan podium di dua turnamen bergengsi lintas kampus se-Sulawesi Tenggara, membuktikan bahwa pembinaan atlet mahasiswa mereka berada di jalur yang tepat.

Konsistensi di POMTARA II: Langkah Awal Menuju Puncak

​Perjalanan impresif ini dimulai pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nusantara (POMTARA) II 2025 di Sport Center Universitas Halu Oleo, akhir November lalu. Di bawah tekanan format sistem gugur yang kejam, pasangan Muh. Alfajir dan Muh. Zacky Ismuliah R. tampil tenang hingga menembus partai final dan keluar sebagai Juara 2.

​Kejutan tidak berhenti di situ. Pasangan Muh. Fadil Putra Wijaya dan Rifaldy turut menunjukkan taringnya dengan menembus babak semifinal, mengamankan posisi Juara 3 Bersama. Hasil ini menjadi sinyal awal bahwa ganda putra STIE Enam Enam adalah kekuatan yang patut diperhitungkan di level regional.

Puncak Kejayaan di HMTP CUP I: Dominasi Mutlak

​Hanya berselang beberapa minggu, rasa haus akan gelar juara membawa mereka kembali ke lapangan pada ajang HMTP CUP I Bulutangkis, Jumat (19/12). Kali ini, mereka tidak membiarkan satu pun podium lepas.

​Pasangan Alfajir dan Zacky berhasil “menebus” kekalahan mereka di turnamen sebelumnya dengan berdiri di podium tertinggi sebagai Juara 1. Dominasi STIE Enam Enam semakin lengkap setelah pasangan Arya Andika dan Ardiansyah menyabet Juara 2, disusul oleh Muh. Fadlal Asri Mustaqbilal A. dan Galan Arjuna yang meraih Juara 3 Bersama.

Rahasia Dapur: Ketenangan Mental di Atas Segalanya

​Dibalik deretan trofi tersebut, terselip strategi mental yang matang. Muh. Alfajir mengungkapkan bahwa teknik saja tidak cukup untuk menghadapi turnamen dengan tensi tinggi.

​“Sebelum pertandingan kami fokus memperkuat mental dan ketenangan bermain. Sistem gugur membuat setiap laga harus dijalani dengan konsentrasi penuh; sekali lengah, semua selesai,” tutur Alfajir.

​Senada dengan rekannya, Rifaldy mengakui bahwa level persaingan mahasiswa di Sulawesi Tenggara terus meningkat. Namun, kunci kemenangan mereka terletak pada chemistry dan kemampuan bermain lepas tanpa beban.

Penutup Tahun yang Sempurna

​Keberhasilan di dua ajang ini bukan sekadar koleksi medali, melainkan pernyataan bahwa STIE Enam Enam Kendari serius dalam memfasilitasi minat dan bakat olahraga mahasiswanya. Dengan hasil positif ini, ganda putra STIE Enam Enam resmi menutup kalender kompetisi 2025 dengan catatan emas, sekaligus menjadi modal besar untuk menghadapi ajang-ajang nasional di tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *