Kendari-Sultraimfo.id

Dunia pendidikan Sulawesi Tenggara kembali berbangga. Andi Cinta Muliana Aris, mahasiswi berprestasi dari STIE Enam Enam Kendari, sukses menahbiskan dirinya sebagai Juara 1 Putri Muslimah Indonesia 2025. Kemenangan gemilang ini diraih dalam ajang bergengsi yang memadukan kecantikan, kecerdasan, dan spiritualitas pada 20–21 Desember 2025 di Rich Club, Kota Kendari.

​Tidak hanya membawa pulang mahkota utama, Andi Cinta juga memborong gelar lain, yakni 1st Runner Up Miss Teen Muslimah Grand Model Sulawesi Tenggara 2025 dan Peserta Grand Star of The Year.

Lebih dari Sekadar “Catwalk”: Syiar Lewat Busana

​Bagi Andi Cinta, panggung kompetisi ini bukan sekadar ajang pamer busana. Ia membawa misi untuk mematahkan stigma mengenai busana muslimah di ruang publik.

​”Saya ingin menunjukkan bahwa berpakaian sesuai syariat tetap bisa terlihat indah dan kreatif. Ini adalah ruang belajar bagi saya untuk mengembangkan minat di dunia fashion sekaligus mengekspresikan diri,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.

Ujian Mental dan Hafalan Al-Qur’an

​Kemenangan ini tidak didapatkan dengan mudah. Andi Cinta harus melewati rangkaian seleksi ketat yang menguji berbagai sisi kepribadiannya:

  1. Sisi Spiritual: Wawancara mendalam dan setoran hafalan surah-surah pendek Al-Qur’an.
  2. Sisi Estetika: Penampilan busana dan kemahiran catwalk.
  3. Sisi Intelektual: Uji kepercayaan diri di atas panggung serta sesi tanya jawab (Q&A) yang menuntut kecerdasan emosional dan etika yang kuat.

Sinergi Kampus dan Mahasiswa

​Kesuksesan ini juga merupakan buah dari ekosistem pendidikan yang suportif. Pihak STIE Enam Enam Kendari memberikan dukungan penuh, mulai dari perizinan, akomodasi, hingga motivasi moral dari para dosen.

​“Bimbingan dan kepercayaan dari kampus adalah bahan bakar utama saya. Dukungan mereka membuat saya jauh lebih siap secara mental saat harus berhadapan dengan juri,” tambah Andi Cinta.

Membidik Panggung Nasional di Bali dan Jakarta

​Andi Cinta tidak berhenti di sini. Ia kini tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke level yang lebih tinggi di Bali dan Jakarta. Meskipun tantangan biaya dan transportasi menjadi kendala nyata, semangatnya untuk membawa nama harum Sulawesi Tenggara tetap membara.

​“Motivasi terbesar saya adalah terus belajar dan bertemu figur-figur inspiratif lainnya. Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa dari daerah mampu bersaing secara nasional dengan karakter yang kuat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *