Kendari-Sultra info.id

Kawasan Tugu MTQ Kota Kendari pada Minggu (14/6/2026) pagi tampak berbeda dari biasanya. Di tengah hilir mudik warga yang berolahraga, keceriaan khas terpancar dari sudut area Car Free Day (CFD). Hari itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Tenggara kembali turun ke jalan, bukan untuk melakukan penilangan, melainkan untuk menyapa dan mengedukasi masyarakat lewat aksi simpatik “Polantas Menyapa”.

Dimulai sejak pukul 06.00 hingga 09.00 WITA, jajaran Polwan Ditlantas Polda Sultra yang dipimpin oleh perwira-perwira muda seperti AKP Clara Shinta Liemungenda, S.Tr.K., S.I.K., AKP Rossita, S.H., dan IPTU Monica Tulak Limbong, S.IP., melebur bersama warga. Didukung oleh Tim Media Lantas, kehadiran para srikandi bhayangkara ini berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung CFD.
Keselamatan Bukan Kebetulan, Tapi Kepatuhan
Pendekatan yang dilakukan kali ini jauh dari kesan kaku. Sambil berjalan santai dan berdialog hangat, personel Ditlantas Sultra menyelipkan pesan-pesan penting terkait Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).
Masyarakat diingatkan kembali mengenai esensi berkendara yang aman, mulai dari:
- Kewajiban menggunakan helm berstandar SNI.
- Larangan keras melawan arus dan menggunakan ponsel saat menyetir.
- Pentingnya kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK.
- Memastikan kendaraan tetap menggunakan spesifikasi teknis yang standar (bukan knalpot brong/bising).
”Keselamatan di jalan raya itu bukan sebuah kebetulan atau keberuntungan, melainkan hasil nyata dari kesadaran dan kepatuhan kita bersama terhadap aturan yang ada,” ujar salah satu personel di lapangan, menegaskan esensi kegiatan tersebut.
Menanamkan Disiplin Sejak Dini Lewat Polsanak
Salah satu magnet utama dalam kegiatan ini adalah program Polisi Sahabat Anak (Polsanak). Ditlantas Polda Sultra menyadari betul bahwa membentuk karakter disiplin harus dimulai sejak usia dini.
Melalui metode interaktif yang seru, anak-anak yang hadir di CFD diajak bermain sambil belajar. Mereka diperkenalkan dengan arti warna lampu lalu lintas, fungsi rambu-rambu jalan, hingga tata cara menyeberang dan berkendara yang aman bersama orang tua. Pendekatan edukatif ini terbukti ampuh mencairkan suasana, membuat anak-anak tidak lagi takut pada sosok polisi, melainkan menjadikannya sebagai sahabat.
Sesi Tanya Jawab yang Interaktif
Tidak hanya komunikasi satu arah, warga Kendari juga memanfaatkan momen ini untuk berkonsultasi langsung lewat sesi tanya jawab. Mulai dari pertanyaan seputar mekanisme pembuatan SIM, aturan baru lalu lintas, hingga tips berkendara aman di cuaca ekstrem, dijawab dengan lugas dan humanis oleh jajaran personel seperti AIPDA Siti Asma, BRIPKA Niartin, BRIGPOL Sari Darmiyanti, BRIGPOL Theresia Dara, hingga BRIPDA Aulia Wahyu dan BRIPDA Hardianti Safari.
Melalui ruang dialog terbuka seperti “Polantas Menyapa” ini, Ditlantas Polda Sultra berharap kultur tertib berlalu lintas bisa tumbuh secara organik dari dalam diri masyarakat, bukan karena takut ditilang, melainkan karena butuh keselamatan.
Sebab pada akhirnya, mewujudkan jalan raya yang aman, tertib, dan nyaman di Sulawesi Tenggara adalah tanggung jawab kolektif—antara polisi yang mengayomi dan masyarakat yang sadar hukum.
