JAKARTA-Sultrainfo.id

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen penuhnya dalam mendukung kesuksesan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang resmi digulirkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mulai Mei ini. Langkah strategis ini dipandang sebagai momentum krusial untuk melahirkan cetak biru data yang akurat demi masa depan ekonomi nasional.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa SE2026 bukan sekadar agenda rutin sepuluh tahunan, melainkan sebuah lompatan strategis dalam membangun fondasi data ekonomi yang jauh lebih kuat, akurat, dan komprehensif. Data yang valid dinilai menjadi kunci utama dalam memetakan arah kebijakan di tengah dinamika global.
“Dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh dunia usaha sangat dibutuhkan. Kualitas data yang dihasilkan dari sensus ini akan menentukan arah kebijakan ke depan,” ujar Friderica dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Friderica menjelaskan bahwa akurasi data hasil SE2026 nantinya akan menjadi pijakan fundamental bagi para pemangku kebijakan. Data tersebut akan digunakan untuk menyusun perencanaan pembangunan ekonomi yang tidak hanya berdaya saing tinggi, tetapi juga inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sektor jasa keuangan dan para pelaku usaha—termasuk sektor riil dan UMKM—memiliki peran sentral dalam menentukan validitas sensus ini. Keterbukaan pelaku usaha dalam memberikan data yang riil akan membantu pemerintah dan regulator dalam merumuskan stimulus serta peta jalan pertumbuhan yang tepat sasaran.
Melalui momentum ini, OJK mengajak seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha untuk bersinergi menyukseskan SE2026 demi terwujudnya visi besar
