JAKARTA-Sultrainfo.id

Kursi Sekretaris Kabinet (Seskab) yang diduduki Teddy Indra Wijaya kini tengah digoyang prahara hebat. Buntut dari viralnya video kritik tajam Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, bertajuk “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”, desakan agar pria yang akrab disapa Mayor Teddy itu menanggalkan jabatannya mulai bergulir kencang.
Jurnalis senior, Lukas Luwarso, menilai bahwa mengundurkan diri adalah jalan tunggal bagi Teddy untuk menjaga stabilitas politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Relasi Personal yang Menjadi “Sasaran Tembak”
Dalam diskursus di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Lukas menekankan bahwa dalam sistem pemerintahan yang demokratis, pejabat yang didera isu kontroversial seharusnya tahu diri untuk mundur. Teddy dianggap telah menjadi titik lemah yang memicu serangan bertubi-tubi ke jantung pemerintahan.
”Teddy harus mengundurkan diri, itu satu-satunya cara yang benar menurut saya. Jika dia benar-benar sayang kepada Presiden Prabowo, atau sebaliknya, relasi personal mereka jangan sampai menjadi sasaran tembak yang mengganggu stabilitas politik,” tegas Lukas (11/5/2026).
Sentimen Publik di Tengah Krisis Ekonomi
Tudingan Amien Rais yang menyebut Teddy kerap bertindak melampaui kewenangan jabatannya (offside) dinilai Lukas sebagai pemantik api di tengah “rumput kering” kekecewaan masyarakat. Saat ini, publik tengah sensitif akibat tekanan ekonomi dan manuver politik yang dianggap tidak berpihak pada rakyat.
Menurut Lukas, skandal-skandal kecil seperti ini akan terus digoreng dan muncul ke permukaan karena:
- Ketimpangan Narasi: Pejabat sering mengeluarkan pidato yang dianggap “ngawur” oleh publik.
- Visualitas Politik: Masyarakat setiap hari disuguhi gaya hidup atau perilaku pejabat yang kontras dengan kesulitan ekonomi di lapangan.
Pemerintahan yang “Out of Control”?
Poin paling krusial dari kritik Lukas adalah keheranannya terhadap kecepatan degradasi citra pemerintahan Prabowo. Belum lama berjalan, kabinet ini dinilai mulai kehilangan kendali atas manajemen etik dan organisasinya.
“Saya agak heran, kok bisa secepat ini pemerintahan Presiden Prabowo terjerembap menjadi pemerintahan yang sepertinya out of control,” pungkas Lukas.
