Bandung-Sultrainfo.id

Musyawarah Daerah (Musda) I Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Barat yang digelar pada Rabu (10/12/2025) di Apartemen Grand Asia Afrika, Kota Bandung, resmi menunjuk Sony Fitrah Perizal sebagai Ketua Pengurus Daerah JMSI Jabar yang baru. Musda perdana ini menjadi sorotan karena prosesnya yang dinilai sangat demokratis, sekaligus menghasilkan komitmen kuat terhadap tema sentral: “Membangun Ekosistem Media Lokal Yang Sehat, Peta Jalan Menuju Indonesia Terang.”
Proses Demokratis dan Visi Calon
Musda I JMSI Jabar mencatatkan sejarah awal peradaban media lokal yang sehat. Ketua Panitia Musda, Tody Ardiansyah Prabu, S.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan utama pasca-Musda adalah melahirkan nakhoda dengan kemampuan visioner, kuat, dan kolektif-kolegial, yang mampu mengeksekusi program terobosan untuk membesarkan organisasi.

Awalnya, tiga nama mencuat sebagai calon ketua, yaitu Tody Ardiansyah Prabu, S.H., Syahadat Akbar, S.E., dan Sony Fitra Perizal. Namun, setelah verifikasi AD/ART, Tody Ardiansyah Prabu tidak dapat melanjutkan pencalonan karena belum memenuhi syarat masa kepengurusan minimal lima tahun, menyisakan Syahadat Akbar, S.E. dan Sony Fitra Perizal. Quorum 50+1 terpenuhi dengan hadirnya 17 dari 32 kepala media anggota.
Sebelumnya, Tody Ardiansyah Prabu, S.H. sempat memaparkan tiga pilar peta jalan organisasinya, yang kini menjadi inspirasi bagi kepengurusan terpilih:
- Penguatan Organisasi & Keanggotaan: Mulai dari pengembangan kaderisasi, pembentukan pengurus cabang di 27 Kab/Kota, hingga kehadiran JMSI di tingkat akar rumput (RT/RW) untuk menyerap aspirasi.
- Kualitas Jurnalisme: Mewajibkan media anggota memiliki wartawan muda, madya, dan utama, dengan rutin menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bekerja sama dengan KPID dan akademisi.
- Pengembangan Bisnis Media: Melatih dan memperluas networking usaha untuk memastikan media lokal hidup mandiri dan berkembang sehat, tidak bergantung pada kepentingan tertentu.
Janji Kepemimpinan Baru: Benteng Kontrol Sosial
Ketua JMSI Jabar terpilih, Sony Fitrah Perizal, menegaskan bahwa tema “Indonesia Terang” adalah mandat untuk menjadikan media siber sebagai pilar kontrol sosial dan transparansi.
“Media yang sehat adalah benteng informasi utama di tengah gempuran disinformasi. Kita harus memastikan media siber di Jawa Barat berdiri tegak sebagai pilar kontrol sosial, bukan menjadi alat propaganda atau kepentingan kelompok tertentu,” tegas Sony.
Sony menekankan pentingnya peran strategis media lokal dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama menjelang tahun politik. Media harus mampu menangkal informasi hoaks dan menjaga ruang publik agar tetap rasional.
Rekomendasi Strategis Musda I
Musda I juga menghasilkan empat rekomendasi strategis yang akan menjadi fokus utama kepengurusan baru:
- Penguatan Pelatihan Kompetensi Jurnalis secara masif dan berkelanjutan.
- Pembangunan Platform Kolaborasi Antar-Media untuk berbagi sumber daya dan informasi.
- Peningkatan Literasi Digital Masyarakat untuk meminimalisir dampak hoaks.
- Penyusunan Roadmap Penguatan Perusahaan Pers dalam menghadapi tahun politik dan ancaman disinformasi.
Musda yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting seperti Waketum Kadin Indonesia, Kang Agung Suryamal, S.H., Ketua Umum ISMI Jabar, H. Rudi Rukian, dan Kepala Kantor Perwakilan DPD RI Jabar, Kang Herman Hermawan, S.IP, MSi, menunjukkan besarnya support komunitas profesional dan masyarakat terhadap organisasi ini. Bahkan, Abah Anton (Anton Charliyan), Mantan Kapolda Jabar, diusulkan menjadi Ketua Dewan Penasihat JMSI Jabar.
Musda I ini diharapkan menjadi fondasi bagi JMSI Jabar untuk tumbuh solid, profesional, dan adaptif, serta menginspirasi pengurus daerah JMSI di provinsi lain untuk memperkuat ekosistem media lokal nasional.
