Konawe Selatan-Sultrainfo.id

Pagi di Stadion Lababa Silondae, Konawe Selatan (Konsel), tidak hanya mencatat sejarah penataan kepegawaian, tetapi juga menjadi saksi bisu sebuah deklarasi kemanusiaan yang mengharukan. Momen pengangkatan 4.345 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) oleh Bupati Irham Kalenggo, yang seharusnya diwarnai euforia jabatan, justru bertransformasi menjadi panggung solidaritas lintas pulau.

​Di tengah kebahagiaan peresmian status Aparatur Sipil Negara (ASN), para PPPK yang baru menerima Surat Keputusan (SK) langsung dihadapkan pada “ujian pertama” mereka: panggilan hati untuk saudara sebangsa yang tertimpa bencana.

​Panggilan Hati dan Filosofi ‘Gaji Pertama’

​Bupati Irham Kalenggo merangkai sumpah jabatan dengan sumpah pengabdian sejati. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa amanah ASN adalah totalitas, baik kepada negara maupun kepada sesama manusia.

​”Hari ini Anda bukan hanya menerima SK, tapi Anda menerima amanah sebagai pelayan rakyat. Jangan biarkan kebahagiaan ini hanya milik kita,” ujar Bupati Irham dengan nada yang sarat empati. “Di saat kita tersenyum, saudara-saudara kita di Sumatra dan Aceh sedang menangis kehilangan harta dan tempat tinggal.”

​Momen puncak terjadi ketika Bupati Irham menantang nurani para PPPK. Ia menyebut donasi spontan ini sebagai ‘gaji pertama’ yang paling mulia, gaji yang dibayarkan oleh keikhlasan, bukan oleh negara. Seruan tersebut sontak memicu gelombang semangat berbagi. Kotak-kotak donasi diedarkan, dan 4.345 wajah baru ASN tersebut menyambutnya dengan tulus, mengubah Stadion Lababa menjadi lautan aksi nyata.

​Kontras Geografis: Simbol Persatuan Nusantara

​Hanya dalam waktu singkat, terkumpul dana berjumlah Rp 8.243.000. Jumlah ini mungkin kecil dibandingkan skala bencana, namun maknanya jauh melampaui angka, kata Wakil Bupati Wahyu Ade Pratama.

​”Ini adalah pesan solidaritas dari Konawe Selatan, dari ujung Timur Indonesia, untuk saudara-saudara kita di Barat,” tegas Wabup Wahyu. “PPPK Konsel membuktikan bahwa mereka bukan hanya cerdas dalam tugas teknis, tapi juga kaya dalam nurani. Mereka telah menorehkan tinta emas dalam catatan kemanusiaan daerah.”

​Peristiwa yang disaksikan langsung oleh perwakilan BKN Regional Makassar, Abdul Rajab Ma’mun, ini menjadi anomali positif. Pelantikan yang sering dianggap formalitas birokrasi, hari itu, menjadi ajang pembuktian bahwa jabatan tertinggi seorang abdi negara adalah menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama.

​Dana kemanusiaan ini dijanjikan akan segera disalurkan untuk meringankan beban korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra, menutup jarak geografis ribuan kilometer dengan benang merah solidaritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *