Kendari-Sultrainfo.id

Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik yang menghambat rantai pasok dunia, Provinsi Sulawesi Tenggara (Prov. Sultra) menunjukkan performa ekonomi yang gemilang. Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 yang digelar secara hybrid di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sultra (KPwBI Sultra), terungkap bahwa laju pertumbuhan ekonomi Sultra sukses melampaui rata-rata nasional.

Melawan Arus Ketidakpastian

​Deputi Kepala KPwBI Prov. Sultra, Thathit Suryono, menegaskan bahwa meski ekonomi global pada tahun 2025 masih diliputi tantangan—mulai dari konflik Timur Tengah hingga kebijakan tarif dagang Amerika Serikat—Indonesia secara umum menunjukkan ketahanan yang baik. Lebih spesifik, Sultra mencatatkan pencapaian luar biasa.

​”Kinerja ekonomi Triwulan III 2025 Sultra tumbuh signifikan sebesar 5,65% (yoy), angka ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di 5,04% (yoy),” jelas Thathit Suryono.

​Kenaikan impresif ini terutama didorong oleh performa Lapangan Usaha Industri Pengolahan berbasis ekspor—yang mengindikasikan kuatnya hilirisasi—serta tingginya Konsumsi Rumah Tangga.

Kunci Stabilitas: Sinergi 4K dan Digitalisasi

​Keberhasilan pertumbuhan ini juga diimbangi dengan tekanan inflasi yang tetap terkendali, kembali masuk dalam target sasaran berkat upaya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan strategi 4K (yang meliputi Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif).

​Selain itu, pesatnya Digitalisasi Sistem Pembayaran menjadi salah satu motor penggerak. Transaksi melalui QRIS di Sultra melesat hingga mencapai 23,29 juta transaksi, dengan jumlah merchant yang terus bertambah, menjadikan seluruh Pemda di Sultra kini berstatus sebagai Pemda Kategori Digital.

​Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sultra, Ibu Yuni Nurmalawati, yang mewakili Gubernur, menyampaikan apresiasi tinggi kepada BI Sultra. “Sinergi kuat dalam pengendalian inflasi, percepatan pertumbuhan ekonomi, dan digitalisasi daerah adalah kunci. Kemitraan strategis ini harus terus diperkuat menuju Sulawesi Tenggara yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Mata Tertuju pada Tahun 2026

​KPwBI Sultra memproyeksikan tahun 2026 menjadi tahun yang lebih menjanjikan. Pertumbuhan ekonomi Sultra diperkirakan akan semakin tinggi, ditopang oleh:

  • Ekstensifikasi Lahan Sektor Pertanian.
  • Peningkatan Kapasitas Industri Pengolahan Logam Dasar yang berperan dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
  • Kelanjutan Pembangunan Kawasan Industri Strategis.

​Untuk mengakhiri kegiatan, PTBI 2025 turut memberikan BI Sultra Award kepada 18 Mitra Strategis yang dinilai aktif bersinergi dan berinovasi dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah sepanjang tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *