Kendari-Sultrainfo.id

Sebanyak 173 mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi dari delapan perguruan tinggi di Kota Kendari secara simbolis menerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Penyerahan yang dipusatkan di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) ini menandai komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi, (1/12/2025).

​Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin, S.T., M.M., hadir secara langsung menyerahkan bantuan tersebut, sekaligus menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana KIP.

​UMKendari: Penyumbang Terbanyak dan Penekanan pada Tanggung Jawab

​UMKendari menjadi tuan rumah sekaligus institusi dengan penerima beasiswa terbanyak, yakni 85 mahasiswa dari total 173. Tujuh perguruan tinggi lain yang turut hadir adalah Universitas Mandala Waluya, Institut Dharma Barata, Politeknik Bina Husada, STMIK Catur Sakti, STIKES Pelita Ibu, STIKOM 22 Januari, dan STIPER Kendari.

​Dalam sambutannya yang inspiratif, Rektor UMKendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan pesan yang melampaui sekadar bantuan biaya pendidikan.

“Penerima KIP yang terpilih adalah mereka yang disiapkan untuk berpartisipasi dalam pengembangan negara dan kampusnya. Mereka harus berprestasi, membangun Sulawesi Tenggara, dan memberi kontribusi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Prof. Nurdin.

​Beliau juga melihat program KIP sebagai ‘Ruang Dakwah dan Pembinaan Karakter’ mahasiswa, mendorong mereka untuk mengembangkan bakat dan minat selaras dengan tanggung jawab akademik.

​LLDIKTI Wilayah IX: Integrasi, Akuntabilitas, dan Integritas Mahasiswa

​Mewakili LLDIKTI Wilayah IX, Syahruddin menyoroti aspek administrasi. Ia mengingatkan para pimpinan kampus, termasuk Wakil Rektor III UMKendari, Dr. Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Direktorat Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Ahmad, S.Pd.I., M.Pd., untuk memastikan laporan pengelolaan KIP Kuliah berjalan akuntabel, rapi, dan responsif.

​“Ini momentum penting untuk memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dengan keterbatasan ekonomi. Kami berharap mereka bisa menyelesaikan studi tepat waktu,” ujar Syahruddin.

​Kepada para mahasiswa penerima, ia memberikan nasihat langsung: “Belajarlah sungguh-sungguh, jaga integritas, terlibat dalam kegiatan kampus, dan jangan menggunakan bantuan untuk hal-hal konsumtif yang tidak menunjang studi.”

​Acara yang berlangsung selama sekitar satu jam ini ditutup dengan penyerahan simbolis kepada perwakilan masing-masing perguruan tinggi, menyegel harapan besar bagi 173 calon pemimpin bangsa dari Kota Kendari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *