Kendari-Sultrainfo.id

Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKendari) memulai perayaan Milad ke-24 dengan semangat dan optimisme. Rangkaian acara yang diawali dengan senam jantung sehat di kampus pada Jumat (5/9/2025) bukan hanya sekadar ajang kebersamaan, tetapi juga simbol dari perjalanan institusi yang terus bergerak maju, berlandaskan tema “Unggul dan Berkemajuan Berlandaskan Akhlakul Karimah.”Perayaan Milad kali ini dirancang lebih dari sekadar seremoni.

Ketua Panitia Milad, Arsam, S.Pd.I., M.Ag., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan akan menjadi sarana strategis untuk memperkuat citra UMKendari di mata publik. Berbagai acara telah disiapkan, mulai dari agenda akademik, dialog publik, hingga kegiatan sosial seperti pasar murah yang akan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Momentum Milad ini juga menjadi panggung bagi Rektor UMKendari, Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nurdin, M.Sc., IPU., ASEAN Eng., untuk menyampaikan kabar yang akan mengubah peta pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara. Rektor mengumumkan kabar gembira terkait pengembangan kampus, di mana UMKendari baru saja melaksanakan visitasi untuk pendirian Fakultas Kedokteran pada 21 Agustus lalu.

“Kita berharap hasil visitasi ini dapat mempercepat langkah UMKendari untuk memberi kontribusi nyata, khususnya dalam pemenuhan tenaga kesehatan di Sulawesi Tenggara,” ujar Nurdin.

Langkah ini menegaskan ambisi UMKendari untuk tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tetapi juga menjadi pemain kunci dalam menjawab tantangan regional, khususnya dalam sektor kesehatan. Dengan rencana strategis ini, Milad ke-24 menjadi titik balik penting yang menegaskan komitmen UMKendari sebagai institusi pendidikan yang relevan dan berdampak, tidak hanya bagi sivitas akademika, tetapi juga bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.

Puncak perayaan Milad ini akan dilaksanakan pada 23 September 2025, menjadi penutup dari serangkaian kegiatan yang diharapkan dapat memperkuat posisi UMKendari sebagai pusat keunggulan pendidikan dan penggerak pembangunan di Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *