Kendari-Sultra info.id

Upaya memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kota Kendari kian digencarkan melalui pendekatan preventif yang menyasar kawasan strategis. Polresta Kendari bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari menggelar operasi gabungan berupa sosialisasi dan tes urine mendadak di Kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Rabu (4/11/2026).

​Langkah kolaboratif ini dinilai krusial mengingat kawasan pelabuhan dan sektor perikanan merupakan salah satu simpul mobilitas logistik dan manusia yang memiliki kerentanan tinggi terhadap aktivitas penyelundupan lintas wilayah.

​Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Safi’i Nafsikin, S.H., S.I.K., M.H., yang hadir langsung memantau jalannya kegiatan, menegaskan bahwa pengamanan ruang publik dan kawasan kerja dari bahaya laten narkoba adalah prioritas mutlak. Menurutnya, keselamatan kerja di sektor kelautan sangat bergantung pada kejernihan pikiran dan kondisi fisik para pekerja, terkhusus para Anak Buah Kapal (ABK) yang sehari-hari menghadapi risiko tinggi di lautan.

​”Pelabuhan adalah gerbang ekonomi daerah yang harus steril dari peredaran gelap narkoba. Melalui langkah preventif seperti tes urine dan edukasi langsung, kami ingin memastikan para pekerja di sektor perikanan memiliki kesadaran hukum yang tinggi serta terlindungi dari pengaruh buruk narkotika,” ujar Kombes Pol. Safi’i di sela-sela kegiatan.

​Rangkaian acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA ini diawali dengan pemeriksaan tes urine secara acak dan selektif terhadap para ABK yang beraktivitas di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. Prosedur ini dilakukan sebagai deteksi dini sekaligus bentuk pengawasan melekat terhadap potensi penyalahgunaan zat terlarang di kalangan pekerja pelabuhan.

​Usai pemeriksaan medis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi interaktif. Perwakilan BNN Kota Kendari bersama jajaran Polresta Kendari memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak destruktif penyalahgunaan narkoba—baik dari aspek kesehatan fisik, psikologis, sanksi hukum berat berdasarkan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, hingga ancaman keselamatan kerja di atas kapal.

​Pihak pengelola Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari menyambut baik sinergi lintas instansi ini. Kehadiran aparat penegak hukum di lingkungan pelabuhan tidak hanya memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan, tetapi juga membangun kultur kerja yang sehat, produktif, dan berintegritas.

​Aksi bersama yang berakhir pada pukul 11.00 WITA tersebut berlangsung dalam suasana tertib, lancar, dan kondusif. Melalui sinergi berkelanjutan antara Polresta Kendari, BNN, pengelola pelabuhan, dan elemen masyarakat maritim, diharapkan Kota Kendari mampu mewujudkan kawasan industri perikanan yang bersih, aman, dan sepenuhnya bebas dari ancaman narkoba. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *