JAKARTA-Sultra info.id

Dewan Pimpinan Pusat Harakah Badan Koordinasi Muballigh Se-Indonesia (DPP HARAKAH BAKOMUBIN) siap menggelar Training of Trainers (TOT) dan Coaching Instruktur Nasional Pelatihan Muballigh Kader Bela Negara (PMKBN). Agenda strategis nasional ini akan berlangsung selama empat hari, mulai Kamis hingga Minggu (22–25 Oktober 2026), bertempat di Gedung Pusat Dakwah Hidayatullah/Masjid Baitul Karim, Jatinegara, Jakarta Timur.

​Pembukaan resmi dijadwalkan pada Kamis (22/10/2026) pukul 13.30 WIB dan akan dibuka langsung dengan pengarahan dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) RI, Prof. Dr. H. Yusril Ihza Mahendra, M.Si.

​Kegiatan bernuansa keumatan dan kebangsaan ini menargetkan sekitar 150 peserta terpilih yang terdiri dari unsur kader muballigh, instruktur, serta perwakilan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HARAKAH BAKOMUBIN dari berbagai penjuru Tanah Air.

​Sinergi Strategis Lintas Kementerian

​Mengusung semangat Berkhidmat Dakwah, Tarbiyah, Islahul Ummah, forum ini dirancang untuk mengukuhkan kompetensi para da’i agar mampu memadukan pencerahan spiritual dengan tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI.

​Selain pembukaan oleh Menko Kumham Imipas RI, panitia juga merancang sesi pembekalan mendalam bersama sejumlah jajaran menteri dan pejabat negara, di antaranya:

  • ​Menteri Pertahanan RI: Diproyeksikan membawakan materi Peran Strategis Muballigh dalam Bela Negara dan Memperkuat Ketahanan Nasional (dalam konfirmasi).
  • ​Menteri Agama RI (diwakili Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimas Islam): Menyampaikan materi penguatan dakwah dan peran muballigh dalam mengokohkan kehidupan beragama serta kebangsaan.
  • ​Menteri Dalam Negeri RI (melalui Direktorat Organisasi): Memberikan pembekalan mengenai peran muballigh dalam merawat Pancasila dan memperkuat persatuan bangsa (dalam konfirmasi).
  • ​Menteri Koordinator Bidang Pangan RI (diwakili Staf Ahli Menko): Mengupas peran muballigh dalam mendukung ketahanan nasional melalui sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi umat.

​Sebagai bagian dari penguatan literasi keilmuan, dalam rangkaian acara ini juga akan diserahkan buku karya Drs. KH. Tatang Natsir Fathuddin yang berjudul “Aqidah, Akhlak dan Bedah Qalbu”, yang merupakan wakaf dari H. Hutomo Mandala Putra, S.H. (PT Humpuss).

​Penguatan Kelembagaan dan Kemampuan Metodologis

​Tak hanya disiagakan dengan materi wawasan kebangsaan, para peserta juga disiapkan menjadi instruktur yang tangguh secara metodologis dan organisasi. Pemateri internal dari pimpinan, penasihat, dewan pakar, serta tokoh HARAKAH BAKOMUBIN akan membekali peserta terkait pemahaman ideologi organisasi, khittah perjuangan, AD/ART, kode etik, hingga manajemen kepemimpinan.

​Pada aspek praktis, peserta akan digembleng dengan metodologi pelatihan mutakhir, teknik presentasi, fasilitasi diskusi kelompok, evaluasi pembelajaran, hingga praktik mengajar (microteaching). Hal ini bertujuan agar para alumni TOT mampu menjadi fasilitator mandiri saat menyelenggarakan pelatihan serupa di daerah masing-masing.

​Mengawinkan Dakwah Keumatan dan Ketahanan Nasional

​DPP HARAKAH BAKOMUBIN menegaskan bahwa muballigh tidak sekadar bertugas menyampaikan syiar agama di atas mimbar, tetapi juga berperan aktif sebagai pendidik masyarakat, penggerak ekonomi, pembina keluarga, serta mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan nasional.

​Melalui TOT dan Coaching Instruktur Nasional ini, HARAKAH BAKOMUBIN berharap terbentuk jaringan instruktur yang profesional dan terkonsolidasi dari pusat hingga daerah. Langkah ini dinilai sebagai ikhtiar nyata dalam melahirkan dai yang berilmu, berakhlak mulia, berwawasan luas, serta memiliki komitmen kuat terhadap keutuhan NKRI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *