​Konawe Selatan-Sultra info.id

Upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional kembali ditunjukkan melalui dialog langsung bersama para garda terdepan pertanian. Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., menggelar kegiatan Rembuk Tani di Desa Pambulaa Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 WITA ini menjadi ruang interaksi produktif untuk mendengarkan langsung aspirasi, kendala, dan kebutuhan para petani di lapangan. Berbagai isu strategis seputar peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan rantai pasok pangan nasional menjadi fokus pembahasan utama.

​Sebagai wujud kepedulian nyata terhadap produktivitas lahan setempat, agenda ini diwarnai dengan penyerahan bantuan simbolis berupa 3 ton pupuk non-subsidi (Urea dan NPK) kepada kelompok tani Desa Pambulaa Jaya.

​Agenda vital ini dihadiri oleh jajaran pejabat pusat, daerah, hingga tokoh masyarakat, di antaranya:

  • ​Kementerian & DPR RI: Deputi Bidang KUPP Kemenko Pangan RI Widiastuti, S.E., M.Si., serta Anggota Komisi IV DPR RI Eko Hendro Purnomo.
  • ​BUMN & Tokoh: Direktur D9 PT Pupuk Indonesia (Persero) Ninis Kesuma Adriani dan Charlie Van Houten.
  • ​Pemerintah Daerah Sultra & Konsel: Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, S.E., Sekda Provinsi Sultra Drs. Muhammad Fadlansyah, M.Si., Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati H. Wahyu Ade Pratama, S.H., serta Kadis Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si.
  • ​TNI-Polri & Unsur Desa: Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin, S.H., S.I.K., M.H., Danramil Ranomeeto Kapten Inf. Herman (mewakili Dandim 1417/Kendari), Kepala Desa Pambulaa Jaya, serta para penyuluh dan kelompok tani setempat.

​Kehadiran Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin menegaskan komitmen Polri dalam mendukung program strategis pemerintah di sektor pangan, sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman dan kondusif hingga berakhir pukul 07.30 WITA. Sinergi lintas sektor antara TNI-Polri, pemerintah, BUMN, dan masyarakat petani ini diharapkan dapat memperkokoh ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Tenggara secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *