Wakatobi-Sultrainfo.id

Menginjak usia kedua, Gerakan Perubahan Pemuda Mahasiswa Cia-Cia Binongko (GEPPMACIB) siap menggelar selebrasi yang tidak sekadar seremoni. Bertempat di pesisir eksotis Pantai Yoro, Pulau Binongko, organisasi ini akan menggelar Milad ke-2 pada Sabtu, 24 Januari 2026, dengan misi besar: Menempatkan perempuan sebagai poros kemajuan daerah.
Mengusung tema besar “2 Tahun GEPPMACIB Membangun: Perempuan Berdaya, Wakatobi Sentosa,” agenda ini dirancang sebagai pemantik diskusi kritis melalui gelaran Dialog Keperempuanan.

Menghadirkan Tokoh Inspiratif di “Ujung” Wakatobi
Dialog ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan ruang temu lintas generasi. GEPPMACIB menghadirkan dua srikandi terkemuka Wakatobi untuk membedah tantangan dan peluang perempuan di wilayah kepulauan:
- Hj. Eliati Haliana (Ketua PKK Wakatobi): Akan mengupas penguatan peran perempuan dari akar rumput, ketahanan keluarga, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
- Hardianti Harun (Anggota DPRD Wakatobi Dapil Binongko): Akan menyoroti kebijakan publik yang inklusif serta bagaimana keterwakilan perempuan di parlemen mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat Binongko.
Simbolisme Pantai Yoro dan Semangat Lokalitas
Ketua Panitia, Nurbaya Binongko, menegaskan bahwa pemilihan Pantai Yoro bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih sebagai simbol kedekatan mahasiswa dengan ruang hidup masyarakat lokal sekaligus upaya mempromosikan potensi wisata alam Binongko yang autentik.
”Kami ingin menegaskan bahwa perempuan bukan hanya objek pembangunan yang menunggu bantuan, tetapi subjek aktif yang kritis dan solutif. Milad ini adalah momentum refleksi bagi kami untuk terus berakar pada konteks lokal Cia-Cia namun tetap berpikiran progresif,” tegas Nurbaya.
Membangun Sinergi Menuju Wakatobi Inklusif
Lahir dari kesadaran kolektif mahasiswa Cia-Cia, GEPPMACIB berharap kegiatan ini menjadi jembatan sinergi antara organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, dan pemerintah daerah. Melalui Milad ini, mereka mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan memberikan sumbangsih pemikiran demi mewujudkan Wakatobi yang lebih inklusif dan berkeadilan gender.
Peringatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemuda dan mahasiswa di Pulau Binongko untuk lebih vokal dalam mengawal isu-isu sosial dan pembangunan di tanah kelahiran mereka.
