Konawe-Sultrainfo.id

Malam mencekam melanda Kecamatan Unaaha, Kabupaten Konawe Selatan, Senin (8/12/2025). Api ganas melahap beberapa kios di Pasar Asinua, salah satu denyut nadi ekonomi lokal, dalam sebuah insiden yang membuat warga tersentak. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, meninggalkan puing dan pertanyaan besar mengenai pemicu bencana.

​Saksi Mata yang Viral: Teriakan Anak Kecil dan Keberanian Warga

​Peristiwa nahas ini terungkap berkat mata seorang warga bernama Amran. Sekitar pukul 19.00 WITA, saat Amran melintas pulang usai membeli makan, ia dikejutkan oleh cahaya merah menyala dari dalam area kios pasar.

​Seketika, kengerian malam itu pecah oleh teriakan kencang seorang anak kecil yang menjadi penanda darurat: “Api… Api, kebakaran!”

​Bukannya menjauh, Amran menunjukkan keberanian yang luar biasa. Ia nekat menerobos masuk ke area pasar yang mulai dilalap api dan merekam kejadian tersebut, menyebarkannya di media sosial. Video Amran dengan cepat viral, menarik perhatian khalayak dan mempercepat respons dari pihak berwenang.

​Respon Cepat dari Lintas Institusi

​Pukul 19.20 WITA, medan api mulai dikepung. Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Tak hanya itu, respon cepat juga ditunjukkan oleh Polres Konawe dengan menurunkan satu unit Armored Water Cannon (AWC) untuk membantu upaya pemadaman.

​Dalam waktu sekitar satu jam, berkat kerja sama gigih antara tim Damkar, personel kepolisian, dan semangat gotong royong warga setempat, kobaran api berhasil dijinakkan. Syukurnya, tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden ini.

​Polisi Belum Pastikan Penyebab, Area Kejadian Disegel

​Meski api telah padam, teka-teki mengenai penyebab kebakaran masih diselimuti misteri.

Kapolsek Unaaha, IPTU La Ode Anti, dalam keterangannya memastikan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan asal muasal api.

​”Kami telah menerima laporan dan langsung turun tangan. Saat ini, kami masih dalam tahap penyelidikan mendalam,” ujar IPTU La Ode Anti.

​Sebagai langkah awal proses investigasi, Polisi telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi pasar yang terbakar. Sejumlah saksi mata, termasuk Amran, juga telah dimintai keterangan untuk mengumpulkan petunjuk. Pemasangan garis batas ini bertujuan untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) agar tidak terkontaminasi sebelum tim Laboratorium Forensik (Labfor) dapat melakukan olah TKP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *