Jakarta-Sultrainfo.id

Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan paket kebijakan ekonomi senilai Rp16,23 triliun untuk mendongkrak perekonomian hingga akhir tahun 2025. Uniknya, stimulus ini tidak hanya menyasar sektor makro, melainkan juga menyentuh langsung denyut nadi rakyat kecil, mulai dari pengemudi ojek online (ojol) hingga pembeli rumah pertama.​

Dalam konferensi pers di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan delapan program andalan yang disebut sebagai jurus pamungkas untuk menggerakkan roda ekonomi. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah bantuan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) sebesar 50% selama enam bulan. Bantuan ini khusus ditujukan bagi pekerja bukan penerima upah, termasuk di dalamnya para ojol, ojek pangkalan, sopir, dan kurir. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintah yang semakin spesifik untuk melindungi pekerja informal yang selama ini rentan.​

Tak hanya itu, pemerintah juga menyasar anak muda dan sektor pariwisata. Ada program magang bagi lulusan perguruan tinggi dengan uang saku setara upah minimum provinsi (UMP) sekitar Rp3,3 juta per bulan selama enam bulan. Sementara itu, untuk membangkitkan sektor pariwisata, pemerintah memperluas Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah sebesar 100% selama tiga bulan ke depan.​

Stimulus ini juga menyasar sektor properti melalui Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program ini, pemerintah memberikan relaksasi bunga KPR/KPA/PUMP/PP dengan patokan maksimum BI Rate plus 3%, sebuah kebijakan yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memiliki hunian.

​Program lainnya meliputi bantuan pangan 10 kg beras selama dua bulan, program padat karya tunai (cash for work) yang menciptakan upah harian, percepatan deregulasi melalui PP 28/2025, serta program perbaikan kualitas permukiman dan penyediaan platform pemasaran untuk UMKM.​

Dengan alokasi anggaran yang signifikan dan jangkauan program yang luas, paket stimulus ini menjadi sinyal kuat dari Kabinet Prabowo-Gibran untuk memastikan pemulihan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh korporasi besar, tetapi juga menjangkau langsung masyarakat di lapisan bawah. Sektor informal dan kelas menengah kini menjadi fokus utama, menandai pendekatan yang lebih merata dalam kebijakan ekonomi pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *