KOLAKA-Sultrainfo.id

Di tengah bayang-bayang tekanan inflasi yang mencapai angka 7,77% di Kabupaten Kolaka, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara mengambil langkah konkret. Melalui kolaborasi strategis dengan Pemerintah Provinsi, Kadin menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) besar-besaran di Kecamatan Pomalaa, Sabtu (7/3/2026).

​Program ini bukan sekadar seremoni, melainkan intervensi pasar langsung untuk menjaga daya beli masyarakat di wilayah industri yang memiliki dinamika ekonomi tinggi tersebut.

Komitmen dari Balik Layar: Restu Gubernur dan Dedikasi Anton Timbang

​Meski tengah menjalani perawatan kesehatan, Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, tetap memantau dan memberikan dukungan penuh secara virtual. Beliau menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk loyalitas Kadin sebagai mitra strategis Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

​”Kami melihat ada tekanan inflasi yang cukup tinggi di Kolaka dan Baubau. Kadin tidak bisa tinggal diam. Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau,” ujar Anton dalam konferensi pers daring.

Lautan Warga di Kantor Camat Pomalaa

​Sejak pukul 09.00 WITA, pekarangan Kantor Camat Pomalaa telah berubah menjadi pusat konsentrasi massa. Ribuan warga, baik yang berjalan kaki maupun berkendara, datang silih berganti untuk menebus paket sembako bersubsidi.

Detail Operasi Pasar Murah:

  • Total Paket: 12.000 paket sembako (Beras, Gula Pasir, Minyak Goreng).
  • Nilai Subsidi: Rp5.000 per paket dari harga pasar.
  • Total Stok: 12 ton komoditas pangan.
  • Lokasi Prioritas: Kecamatan Pomalaa (Kawasan Industri).

​Ketua Kadin Kolaka, Hj. Vebrianti, menjelaskan bahwa distribusi ini difokuskan pada titik-titik dengan aktivitas ekonomi padat. “Jika pemerintah mengatur birokrasi, maka Kadin mengayomi pengusaha untuk mencari solusi ekonomi bagi daerah,” tegasnya.

Sorotan BPK RI: “Antusiasme Luar Biasa”

​Keberhasilan GPM di Kolaka ini turut menarik perhatian nasional. Hasan, Ketua Tim Pemeriksa Badan Pangan Nasional dari BPK RI, turun langsung ke lapangan untuk melakukan audit dan pemantauan.

​Hasan memberikan apresiasi khusus terhadap pola distribusi dan antusiasme warga Kolaka yang dinilainya lebih tinggi dibandingkan daerah lain. Namun, ia juga memberikan catatan tegas bagi Satgas Pangan.

Misi Berkelanjutan: Kendari, Kolaka, Lalu Baubau

​Gerakan ini merupakan bagian dari “Roadshow Pangan Murah” Kadin Sultra. Setelah sukses meredam gejolak harga di Kendari dan kini di Kolaka, Kadin Sultra menjadwalkan aksi serupa di Kota Baubau dalam waktu dekat.

​Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara dunia usaha (Kadin) dan pemerintah provinsi merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah fluktuasi harga global

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *