Raha-Sultrainfo.id

Pelabuhan Nusantara Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara diboikot sejumlah masyarakat yang dilakukan oleh gerakan mahasiswa Nasional indonesia yg tergabung dalam gerakan Muna raya bersatu, Selasa (14/10/2025).
Gerakan massa terdiri dari GMNI Muna dan sejumlah masyarakat di Kabupaten Muna. Nampak terpantau massa aksi memboikot pelabuhan Nusantara Raha, dan melakukan pembakaran ban.

Dalam tuntutannya massa meminta, Mendesak Menteri perhubungan agar mencopot Kepala Syahbandar Pelabuhan Nusantara Raha atas dugaan kelalaian dalam mengelola manajemen pelabuhan Raha. Selain itu juga, mendesak Pemkab Muna bersama DPRD Muna agar mengusulkan pergantian.
Selanjutnya, mendesak kejaksaan negeri Muna dan Polres Muna agar memanggil dan memeriksa kepala Syahbandar pelabuhan Raha dan pemilik kapal PT. pelayaran Dharma Indah tanpa diwakili dengan dugaan kongkalingkong atau persengkokolan yang terjadi selama ini dengan menaikan tiket kapal cepat dengan selisih 25 ribu setiap penumpang yang diduga sebagai bagian dari Pungli
“Tidak boleh ada di Kabupaten Muna karena mencoba membenturkan sesama masyarakat Kabupaten Muna. Gerakan ini murni dari keresahan masyarakat,” kata orator Aksi Yogi Bonea.
Lanjut dari itu Ketua DPC GMNI Muna juga menyampaikan dalam orasinya ” bahwa GMNI tidak pernah Gentar dalam kasus-kasus yang berbicara tentang diskriminasi dari pihak KUPP Raha, dia menyampaikan bahkan ketika harus di segel kantor KUPP Raha karena adanya dugaan Kongkalikong dari pihak PT dharma Indah dan kepala kantor KUPP Raha.
Massa aksi di depan Kantor UPP Kelas II Raha berakhir dengan penyelegelan kantor KUPP kelas II Raha berakhir dengan penyegelan kantor KUPP Kelas II Raha.
