Kendari-Sultrainfo.id

Di bawah temaram lampu jalan Kelurahan Korumba, derap langkah aparat gabungan memecah kesunyian malam. Bukan sekadar patroli rutin, kegiatan yang berlangsung pada Jumat (12/12/2025) pukul 20.00 WITA ini merupakan langkah proaktif Koramil 1417-08/Mandonga dalam merajut rasa aman di jantung Kota Kendari.

​Kegiatan bertajuk “Cipta Kondisi” ini menampilkan wajah kolaborasi yang nyata. Personel Babinsa tidak bergerak sendiri; mereka menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Tokoh Masyarakat setempat. Sinergi ini membuktikan bahwa keamanan kota bukan hanya tanggung jawab satu instansi, melainkan hasil kerja kolektif antar komponen pendukung (Komduk) wilayah.

Melawan Arus Disinformasi

​Dalam dialog hangat di sela-sela patroli, tim gabungan memberikan penekanan khusus pada isu yang tengah krusial: Berita Hoax.

​”Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diminta menjadi penyaring pertama. Jangan mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas sumbernya karena itu adalah benih perpecahan,” pesan personel Babinsa kepada warga yang ditemui.

Tiga Pilar Pesan Keamanan

​Selain melawan disinformasi, patroli ini mengusung misi edukasi melalui tiga pesan utama:

  1. Ketahanan Sosial: Mengajak warga mempererat tali silaturahmi untuk membentengi lingkungan dari konflik internal.
  2. Kewaspadaan Dini: Menekankan pentingnya “Siskamling” mental—selalu waspada pada situasi lingkungan, terutama di jam-jam rawan malam hari.
  3. Respons Cepat: Mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib demi penanganan yang cepat dan terukur.

Situasi Terkendali

​Kehadiran dua personel Babinsa, dua anggota Satpol PP, serta didampingi Tokoh Masyarakat di lapangan memberikan efek psikologis yang menenangkan bagi warga Korumba. Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah Kecamatan Mandonga dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

​Langkah preventif yang diinstruksikan oleh Danramil 1417-08/Mandonga ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain bahwa menjaga stabilitas kota dimulai dari percakapan santun di sudut-sudut kelurahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *