Kendari-Sultrainfo.id

Di tengah tantangan ketahanan pangan global, Kelurahan Tobuha di Kecamatan Mandonga, Kendari, menunjukkan potensi pertanian yang menjanjikan. Melalui panen raya yang diresmikan oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, pada Rabu (24/9/2025), kelompok tani Putra Tunggal Tani membuktikan hasil kerja keras mereka.

Acara ini bukan sekadar seremoni panen, melainkan cerminan komitmen pemerintah dan petani dalam menjaga ketersediaan pangan lokal.​Wakil Wali Kota Sudirman menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah konkret pemerintah kota untuk mendukung ketahanan pangan daerah. “Kita berharap hasil panen ini menjadi motivasi bagi petani untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi,” ujarnya.

Pemerintah kota berjanji akan terus mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara optimal dan memberikan pendampingan intensif agar produktivitas terus meningkat.

​Inpari 42: Hasil Menggembirakan Meski Diterpa Hama dan Minimnya Alat​

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Makmur, mengungkapkan keberhasilan panen kali ini. Padi varietas Inpari 42 yang ditanam berhasil memberikan hasil yang sangat memuaskan, bahkan setelah menghadapi serangan hama burung. “Perkiraan kami bisa mencapai lebih dari 20 karung dari lahan ini,” jelas Makmur.

​Meski demikian, keberhasilan ini tidak datang tanpa hambatan. Makmur mengakui bahwa petani masih terkendala minimnya alat traktor padi untuk pengolahan lahan. Untuk mengatasi masalah ini, mereka harus mendatangkan alat dari kelompok tani lain. Kendala ini menyoroti perlunya dukungan lebih lanjut dari pemerintah dalam penyediaan alat dan teknologi pertanian modern.

​Dukungan Pemerintah dan Harapan Petani​Pemerintah Kota Kendari berupaya untuk terus meningkatkan produksi padi dengan berbagai program, termasuk bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, dan pelatihan bagi petani. Hal ini diharapkan dapat membantu petani mengelola lahan mereka secara maksimal dan meningkatkan kesejahteraan.

​Acara panen raya ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Pertanian dan OPD, camat, lurah, RT, hingga tokoh masyarakat dan mahasiswa. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Kendari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *